Breaking news

Senin, 23 Februari 2026

Porsi MBG Dikeluhkan ! Para Wali Murid SDN 03 Tuba Udik Tubaba

Tulang Bawang Barat | Prokontra.news | - Program pemerintah pusat, unggulan Presiden RI Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), mendapat sorotan tajam dari sejumlah Wali Murid di SD Negeri 3, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, diduga penyelenggara program MBG-SPPG tersebut, tidak sinkron antara anggaran yang dialokasikan dengan porsi menu yang diterima oleh siswa-siswi disekolah tersebut, Selasa (24/02/2026).


Untuk diketahui, keluhan ini mencuat pada saat hari Senin 24 februari 2026,  ketika siswa-siswi membawa pulang paket makanan kering, yang diklaim sebagai jatah selama tiga hari di tengah Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M


Kepada media ini sejumlah wali murid (identitasnya dirahasiakan), mereka mengungkapkan rasa kecewa setelah melihat isi paket makanan tersebut, sebab menurut mereka, kuantitas dan kualitas menu yang diberikan sangat jauh dari harapan untuk mendukung pemenuhan gizi anak - anak, terangnya.


Lebih lanjut, Ya anak kami pulang membawa jatah untuk tiga hari, isinya cuma: 4 butir kurma, 1 buah Pir, 1 kotak susu, 1 buah jeruk, 2 bungkus roti, tentu secara nalar, kami menilai jatah porsi ini tak wajar jika disebut sebagai jatah untuk tiga hari, bahkan juga tidak ada telur, jelas ini tidak sesuai dengan ketentuan anggaran yang ada,” jelasnya .


Para orang tua siswa-siswi tentu membandingkan dengan kondisi sebelumnya, sebab sebelum Ramadhan siswa mendapatkan nasi beserta lauk-pauk lengkap setiap hari, sistem yang diubah menjadi paket “ makanan kering ” untuk tiga hari sekali, dan ini dinilai sebagai penurunan kualitas yang sangat signifikan, paparnya.


Pihak guru  SDN 3 Tulang Bawang Udik, ketika dijumpai dan dikonfirmasi awak media, membenarkan bahwa paket yang dibawa pulang oleh siswa-siswi tersebut, memang merupakan distribusi jatah makanan bergizi untuk jangka waktu tiga hari, " Iya benar, itu untuk jatah selama tiga hari " terangnya.


Selain pitu, tentu kondisi ini memicu kekhawatiran para orang tua siswa-siswi, bahwa program strategis pemerintah pusat ini bisa terhambat atau menyimpang di tingkat pelaksana, kami para wali murid mendesak Pemerintah Daerah Tulang Bawang Barat (Tubaba) dan instansi terkait untuk melakukan audit serta evaluasi  terhadap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut.


Lebih lanjut, tentu kami berharap kepada  pemerintah daerah segera turun tangan mengevaluasi pihak penyelenggara, jangan sampai program pemerintah pusat, Presiden Prabowo Subianto ini dirusak oleh oknum yang mencari keuntungan dengan mengurangi hak gizi anak-anak kami,” tegasnya.


Hingga berita ini diterbitkan, wartawan media ini terus berusaha untuk konfirmasi kepada pihak penyelenggara program MBG-SPPG di wilayah Kecamatan Tulang Bawang Udik belum dapat bertemu, untuk memberikan keterangan resmi terkait perubahan menu menjadi paket kering serta besaran standar biaya per-porsi yang diterapkan di lapangan.


Pengirim berita : (Robensyah