Ayatollah Ali Khamenei dan Krisis Keteladanan Ulama di Indonesia
Penulis :
Ahmad Basri
Ketua : K3PP Tubaba
Tulang Bawang Barat | Prokontra.news | - Di tengah konflik geopolitik yang melibatkan dunia Islam, nama Ayatollah Ali Khamenei sering muncul sebagai figur yang dipandang karismatik oleh sebagian umat Islam di Indonesia.
Sosoknya bukan hanya dikenal sebagai ulama, tetapi juga sebagai pemimpin politik tertinggi di Iran yang secara terbuka menentang dominasi Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Bagi sebagian kalangan umat Islam, keberanian sikap tersebut menjadikan Ayatollah Ali Khamenei sebagai simbol perlawanan terhadap kekuatan global yang dianggap menindas dunia Islam.
Ayatollah Ali Khamenei dipandang bukan sekadar tokoh agama, melainkan pemimpin yang memadukan otoritas spiritual dan kekuasaan politik dalam satu figur.
Fenomena kekaguman terhadap Khamenei di Indonesia sebenarnya tidak dapat dipahami semata sebagai persoalan geopolitik atau solidaritas keagamaan. Yakni adanya krisis figur ulama yang dirasakan oleh sebagian masyarakat Muslim di Indonesia.
Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Ribuan pesantren berdiri, jutaan santri belajar ilmu agama, dan ratusan tokoh agama tampil dalam berbagai forum keagamaan.
Realitas sosial keagamaan, tidak sedikit masyarakat yang merasakan adanya kekosongan figur ulama yang mampu tampil sebagai pemimpin moral yang kuat dan independen.
Sebaliknya ulama sering kali terlihat terjebak dalam polarisasi politik domestik, terfragmentasi oleh kepentingan kelompok, atau bahkan terkooptasi oleh kekuasaan. Malah menjadi “team sukses" kepentingan politik kekuasaan.
Mereka, tokoh agama lebih sering tampil sebagai pendukung kekuasaan atau bagian dari kontestasi politik praktis daripada sebagai suara moral yang kritis terhadap ketidakadilan.
Akibatnya, wibawa ulama sebagai penjaga moral publik perlahan mengalami erosi dan kehilangan kewibawaan.
Wajar jika figur seperti Ayatollah Ali Khamenei kemudian dipersepsikan sebagai simbol ideal tentang sosok seorang ulama yakni berani, tegas, dan tidak tunduk pada tekanan kekuatan global.
Menariknya, sebagian mayoritas masyarakat muslim di Indonesia yang mengagumi sosok Ayatollah Ali Khamenei tidak selalu melihatnya dalam perspektif teologis Sunni dan Syiah.
Perbedaan mazhab yang selama ini sering menjadi sumber perdebatan justru menjadi relatif tidak penting ketika berhadapan dengan isu yang lebih besar, yaitu solidaritas terhadap dunia Islam.
Sosok Ayatollah Ali Khamenei dipandang sebagai figur yang menjaga “marwah” umat Islam di hadapan kekuatan dunia. Dengan kata lain, kekaguman itu lebih bersifat simbolik dan politis daripada teologis.
Bagi sebagian mayoritas umat Islam, keberanian seorang ulama untuk berbicara lantang terhadap kekuatan global dipandang sebagai sesuatu yang langka.
Fenomena kekaguman terhadap figur Ayatollah Ali Khamenei sebenarnya dapat menjadi cermin bagi kondisi internal umat Islam di Indonesia.
Apakah benar kita sedang mengalami krisis keteladanan ulama? Apakah para tokoh agama hari ini masih mampu tampil sebagai suara moral yang independen dan berani?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting diajukan, bukan untuk merendahkan peran ulama di Indonesia, tetapi justru untuk memperkuat kembali posisi mereka sebagai penjaga etika publik.
Ulama tidak hanya diharapkan mengajarkan ritual keagamaan atau memberikan ceramah moral. Lebih dari itu, ulama juga diharapkan mampu menjadi penyeimbang kekuasaan, menyuarakan keadilan, serta berdiri di sisi masyarakat yang tertindas.
Kekaguman sebagian umat Islam Indonesia terhadap Ayatollah Ali Khamenei pada akhirnya bukan sekadar persoalan geopolitik atau ideologi keagamaan.
Namun mencerminkan kerinduan terhadap hadirnya figur ulama yang memiliki keberanian moral, integritas, dan keteguhan sikap dalam menghadapi ketidakadilan.
Indonesia dengan jumlah muslim terbesar di dunia, harapan terhadap lahirnya ulama-ulama yang mampu menjadi teladan moral seharusnya bukanlah sesuatu yang terlalu sulit diwujudkan. (Red)



















.jpg)












