Breaking news

Kamis, 29 Oktober 2026

Oktober 29, 2026

Kapolri Sayudi: Perang Lawan Narkoba "Institusi di Dalam Jangan Dilupakan"

penulis:

Ahmad Basri

(Advokat)

Ketua: K3PP Tubaba


Tulang Bawang Barat | Prokontra.news | - Pasca dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo, genderang perang melawan narkoba kembali dikumandangkan.


Instruksi kepada seluruh jajaran kepolisian, mulai dari Kapolda hingga Polres dan Polsek, agar melakukan pemetaan serta mitigasi terhadap wilayah-wilayah rawan peredaran narkoba. Ini menjadi sinyal bahwa persoalan narkoba kembali ditempatkan sebagai agenda serius penegakan hukum.


Bagi penulis, persoalannya bukan sekadar instruksi yang disampaikan, melainkan sejauh mana instruksi tersebut mampu diterjemahkan menjadi tindakan nyata, konsisten, dan berkelanjutan.


Sebagai sosok yang memiliki pengalaman di lingkungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kapolri Suyudi tentu diharapkan memahami sekali kompleksitas persoalan narkoba beserta jaringan yang mengendalikannya.


Dunia narkoba bukan sekadar persoalan pemakai dan pengedar di lapangan. Di baliknya terdapat jaringan distribusi, bandar, aliran uang, dan kemungkinan keterlibatan berbagai pihak yang memberikan perlindungan terhadap bisnis haram tersebut.


Dalam hitungan hari, instruksi Kapolri diikuti dengan berbagai operasi pemberantasan narkoba di sejumlah daerah. Aparat bergerak melakukan penindakan dan mengungkap berbagai kasus peredaran narkoba.


Langkah tersebut tentu patut diapresiasi apabila dilaksanakan secara profesional, berdasarkan bukti, dan sesuai dengan ketentuan hukum. Namun, keberhasilan operasi dalam hitungan hari belum cukup untuk menyimpulkan bahwa perang melawan narkoba telah dimenangkan.


Pertanyaan yang lebih penting apakah operasi tersebut mampu memutus jaringan peredaran narkoba secara menyeluruh, atau hanya menghentikan aktivitas pelaku tertentu untuk sementara waktu?


Operasi pemberantasan narkoba yang dilakukan secara serius dapat memberikan harapan baru di tengah masyarakat. Kita semua memahami betapa berbahayanya narkoba bagi kehidupan individu, keluarga, dan masa depan generasi muda.


Ketika aparat hadir dan bertindak tegas, masyarakat tentu mengharapkan lingkungan yang lebih aman dari ancaman peredaran narkoba. Apresiasi publik merupakan sesuatu yang wajar. Namun, apresiasi tersebut hendaknya tidak membuat aparat terlena dan merasa bahwa persoalan telah selesai.


Munculnya gebrakan baru ini tentu memunculkan pertanyaan kritis bagaimana upaya pemberantasan narkoba dijalankan pada masa kepemimpinan Kapolri sebelumnya, Jenderal Listyo ?


Pertanyaan ini bukan untuk menafikan berbagai upaya yang mungkin telah dilakukan oleh kepolisian pada masa sebelumnya. Namun, pergantian pimpinan seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi kebijakan dan kinerja yang telah berjalan.


Jika persoalan narkoba masih menjadi ancaman serius, apa yang belum berhasil diselesaikan? Apakah strategi penindakan belum efektif, pengawasan belum optimal, atau terdapat kelemahan dalam membongkar jaringan yang lebih besar?


Evaluasi semacam ini penting agar pergantian pimpinan tidak sekadar menghasilkan pergantian slogan, tetapi juga membawa perubahan nyata dalam strategi pemberantasan narkoba.


Persoalan narkoba bukan persoalan yang dapat diselesaikan melalui operasi besar-besaran dalam waktu singkat. Pemberantasan narkoba membutuhkan konsistensi, pengawasan berkelanjutan, koordinasi antarlembaga, serta evaluasi terhadap hasil yang telah dicapai.


Jangan sampai pada awalnya operasi berlangsung masif, pemberitaan ramai, dan apresiasi mengalir dari berbagai penjuru. Ketika perhatian publik mulai berkurang, intensitas penindakan ikut melemah.


Perang melawan narkoba bukan program musiman dan bukan pula agenda pencitraan pejabat yang baru menduduki jabatan. Narkoba akan terus menjadi ancaman selama jaringan distribusinya masih hidup dan permintaannya tetap ada di tengah masyarakat.


Harus diingat narkoba tidak mengenal batas status sosial, tingkat ekonomi, pendidikan, maupun jabatan seseorang. Orang kaya maupun miskin, masyarakat biasa maupun pejabat, semuanya dapat terjerat dalam persoalan narkoba.


Karena itu, pemberantasan narkoba harus dilaksanakan tanpa pandang bulu. Jangan sampai hukum terlihat begitu keras terhadap pelaku kecil, tetapi kehilangan ketegasannya ketika berhadapan dengan orang yang memiliki kekuasaan, kekayaan, atau kedudukan tertentu.


Jika seorang pengedar kecil dapat diproses secara hukum, bandar besar pun harus menghadapi proses hukum yang sama apabila keterlibatannya terbukti berdasarkan alat bukti yang sah. Di sinilah integritas penegakan hukum diuji. Hukum tidak boleh tunduk kepada kekuasaan, uang, ataupun kepentingan kelompok tertentu.


Bagi penulis, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penangkapan terhadap pemakai dan pengedar di lapangan. Aparat harus mampu mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk pemasok, bandar, aliran dana, dan pihak-pihak yang terbukti memberikan perlindungan terhadap aktivitas peredaran gelap narkotika.


Jika yang ditangkap hanya pelaku di lapisan bawah, sementara jaringan utamanya tetap beroperasi, maka pemberantasan tersebut belum menyentuh akar persoalan. Selain penegakan hukum, upaya pencegahan, pendidikan masyarakat, rehabilitasi bagi mereka yang membutuhkan, dan keterlibatan keluarga juga harus menjadi bagian dari strategi yang menyeluruh.


Sekali lagi bahwa perang melawan narkoba bukan hanya soal seberapa banyak pelaku yang ditangkap, melainkan bagaimana negara mampu mempersempit ruang gerak jaringan narkotika dan mencegah munculnya korban-korban baru.


Bagi penulis, tantangan terbesar Kapolri Suyudi bukan hanya memberantas narkoba di luar institusi kepolisian, tetapi juga memastikan integritas aparat di dalam institusinya sendiri. Tidak boleh ada perlindungan berdasarkan pangkat dan jabatan. Tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan jaringan narkoba.


Sebab, bagaimana mungkin masyarakat diminta percaya terhadap perang melawan narkoba apabila aparat yang seharusnya memberantasnya justru terbukti menjadi bagian dari persoalan tersebut? Membersihkan institusi sendiri merupakan ujian integritas sekaligus kesempatan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.


Pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada laporan keberhasilan operasi dan jumlah barang bukti yang disita. Masyarakat perlu mengetahui sejauh mana penindakan tersebut mampu membongkar jaringan, memutus distribusi, dan mengurangi peredaran narkoba di wilayah-wilayah rawan.


Setiap laporan masyarakat harus ditindaklanjuti secara profesional, sedangkan dugaan penyalahgunaan kewenangan harus diperiksa berdasarkan bukti.


Dalam perspektif penulis, sebuah kebijakan tidak cukup dinilai dari besarnya instruksi atau kerasnya pernyataan pejabat. Kebijakan harus diukur dari pelaksanaan, hasil, dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.


Meskipun kepolisian memiliki peran penting dalam penegakan hukum, pemberantasan narkoba tidak dapat dibebankan kepada institusi kepolisian semata. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus mengambil bagian sesuai dengan peran masing-masing.


Pencegahan perlu diperkuat melalui pendidikan dan penyadaran masyarakat. Orang yang mengalami ketergantungan juga perlu mendapatkan penanganan yang tepat sesuai ketentuan hukum dan kebutuhan rehabilitasinya. Sementara itu, jaringan pengedar dan bandar yang terbukti menjalankan peredaran gelap harus ditindak tegas.


Pertanyaan dalam judul tulisan ini bukan sekadar sindiran terhadap Kapolri Suyudi, melainkan bentuk kritik terhadap kesungguhan negara dalam memberantas narkoba. Apakah perang yang dikumandangkan benar-benar akan dilaksanakan secara konsisten, atau hanya menjadi gegap gempita sesaat yang perlahan kehilangan gaungnya?


Jawabannya tidak ditentukan oleh kerasnya pernyataan Kapolri di hadapan kamera. Jawabannya akan terlihat dari konsistensi operasi, keberhasilan membongkar jaringan besar, ketegasan terhadap aparat yang terbukti terlibat, dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.


Kita tidak perlu terburu-buru menyebut gebrakan ini sebagai keberhasilan besar. Namun, kita juga tidak perlu langsung menilainya sebagai pencitraan. Yang diperlukan adalah pengawasan kritis dan penilaian berdasarkan fakta.


Jika kebijakan ini dijalankan secara konsisten dan menghasilkan perubahan nyata, masyarakat tentu patut memberikan apresiasi. Sebaliknya, apabila hanya ramai pada awalnya lalu berhenti di tengah jalan, kritik publik menjadi bagian penting dari tanggung jawab demokrasi.


Penutup: Narkoba bukan bahan guyonan. Merupakan ancaman serius terhadap masa depan generasi muda, ketahanan keluarga, dan kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, ketika Kapolri mengumandangkan perang melawan narkoba, yang dipertaruhkan bukan sekadar reputasi seorang pejabat, melainkan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan negara melindungi warganya.


Jangan sampai masyarakat kembali menyaksikan pola lama. Operasi besar-besaran pada awalnya, pemberitaan yang menggema, pujian yang mengalir, kemudian perlahan menghilang tanpa kejelasan hasil akhirnya.


Dan yang paling penting, jangan sampai perang melawan narkoba hanya diarahkan ke luar, sementara persoalan integritas di dalam institusi sendiri tidak mendapatkan perhatian yang sama seriusnya.


Pada akhirnya, masyarakat tidak membutuhkan Kapolri yang paling lantang menyatakan perang terhadap narkoba. Masyarakat membutuhkan Kapolri yang mampu membuktikan bahwa perang tersebut benar-benar dijalankan sampai tuntas. (Red)

Oktober 29, 2026

Diduga! Akibat Tidak Masuk Kerja "Sanksi Berat Menanti" 24 Pegawai di Pemkab Lamtim! .

Lampung Timur | Prokontra.news | - Sebanyak 24 pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), Provinsi Lampung, bakal menjalani pemeriksaan terkait dugaan tidak masuk kerja selama 10 hari berturut-turut. Pemeriksaan tersebut dilakukan berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pada Kamis (29/10/2026).


Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Timur, Rustam Effendi, mengungkapkan bahwa dari total 26 pegawai yang terindikasi tidak masuk kerja selama 10 hari berturut-turut, dua orang di antaranya telah diberhentikan. Sementara 24 pegawai lainnya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


"Dari 26 orang yang terindikasi tidak masuk kerja selama 10 hari berturut-turut, dua orang sudah diberhentikan. Jadi, masih ada 24 orang lagi yang akan diperiksa," ungkap Rustam Effendi.


Dia menjelaskan, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah pegawai yang bersangkutan benar-benar tidak masuk kerja atau hanya lupa melakukan absensi.


"Pemeriksaan ini untuk memastikan apakah yang bersangkutan memang tidak masuk kerja atau sebenarnya masuk, tetapi lupa melakukan absensi," jelasnya.


Rustam menegaskan, apabila hasil pemeriksaan membuktikan pegawai yang bersangkutan memang tidak masuk kerja, maka sanksi disiplin berat dapat dijatuhkan sesuai ketentuan yang berlaku.


Pemeriksaan akan dilakukan dengan mempertimbangkan keterangan atasan langsung serta informasi dari lingkungan kerja masing-masing pegawai.


"Kalau berdasarkan pemeriksaan atasan dan keterangan di lingkungan kerjanya terbukti memang tidak pernah masuk selama 10 hari berturut-turut, tentu ada konsekuensi disiplin yang harus diterima," tegasnya.


Dia menambahkan, pegawai yang mengaku masuk kantor tetapi tidak melakukan absensi juga akan diverifikasi kebenarannya. Apabila terbukti tidak hadir, sanksi tetap dapat dijatuhkan sesuai tingkat pelanggaran.


Sementara itu, berdasarkan data awal yang ditangani Inspektorat, sebagian besar yang akan diperiksa diduga berstatus staf. Namun, jika ditemukan pegawai yang menduduki jabatan terbukti melanggar, sanksi penurunan jabatan atau demosi juga dapat dipertimbangkan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam menegakkan kedisiplinan aparatur serta memastikan setiap pegawai menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional dan akuntabel.

 

Pengirim berita: Imannurrohim 

Rabu, 28 Oktober 2026

Oktober 28, 2026

Keluarga Korban Kecelakaan Fatal di Sekampung Lamtim "Minta Mabes Polri Evaluasi Penanganan Perkaranya"!

Lampung Timur | Prokontra.news | -  Keluarga korban kecelakaan lalu lintas yang menewaskan (RCN) di wilayah Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur,Provinsi Lampung, meminta Mabes Polri mengawal sekaligus mengevaluasi penanganan perkara tersebut, sebab keluarga menilai ada sejumlah hal yang perlu penjelasan menyeluruh, mulai dari penanganan Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga status barang bukti kendaraan, pada Rabu (28/10/2026)


Permintaan tersebut disampaikan oleh ibu kandung korban, melalui surat laporan yang ditujukan kepada Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Mabes Polri di Jakarta, adapun tulisan dalam suratnya tersebut, dirinya meminta dilakukan pemeriksaan terhadap jajaran Satlantas Polres Lampung Timur (Lamtim) dan Polsek Sekampung terkait penanganan perkara kecelakaan yang merenggut nyawa anaknya.


Perlu diketahui, kronologi mencatat kecelakaan terjadi pada hari Selasa, 18 Agustus 2026, sekitar pukul 22:00 WIB, di Jalan Raya Sekampung, Desa Sidodadi, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur, Provinsi Lampung, pada saat itu, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario 160 berwarna putih dari arah Sekampung menuju Batanghari, dan diduga menabrak bagian belakang mobil tangki berwarna hijau yang terparkir atau mengalami gangguan di badan/bahu jalan. Kendaraan tersebut disebut mengangkut minyak kelapa sawit mentah atau CPO. 


Kondisi jalan pada saat kejadian disebut gelap dan minim penerangan, sementara keluarga juga mempertanyakan kelengkapan rambu peringatan bagi kendaraan yang berhenti di jalan.


Keluarga korban pun mempertanyakan sejumlah hal dalam proses penanganan perkara. Antara lain alasan pengemudi kendaraan mobil yang sebelumnya disebut ditahan, kemudian dibebaskan, serta informasinya kendaraan mobil tangki yang terlibat hendak dibawa ke bengkel, padahal seharusnya tetap dan masih menjadi barang bukti.


Persoalan lain yang disoroti adalah kondisi muatan CPO pada mobil tangki tersebut, keluarga korban menduga terjadi perubahan kondisi muatan saat kendaraan berada dalam penguasaan kepolisian. Bahkan muncul dugaan adanya pengalihan muatan oleh pihak perusahaan, di mana minyak yang diduga CPO tersebut diambil, namun kemudian disangkal, sebagai BBM. Pihak kepolisian saat memberikan klarifikasi menjelaskan, bahwa yang diamankan itu adalah kendaraannya, bukan muatan di dalamnya.


Keluarga korban menegaskan, mereka  menginginkan kejelasan atas seluruh peristiwa, serta kepastian penanganan perkara berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.


Hingga berita ini diturunkan, keterangan dalam dokumen laporan tersebut, masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada Satlantas Polres Lampung Timur, Polsek Sekampung, maupun pihak-pihak lain yang disebutkan dalam laporan ini. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi demi keberimbangan pemberitaan.


Pengirim berita: Imannurrohim 

Oktober 28, 2026

Diduga! Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Tanggamus "Tidak Paham Tugas dan Pungsi Wartawan"

Tanggamus | Prokontra.news | - Sangat nampak dan jelas sikap tertutup yang ditunjukkan Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Aria Resukia, S.T., M.M., menuai sorotan tajam. 


Pejabat yang semestinya menjadi sumber informasi publik justru dinilai menutup diri dan enggan berkomunikasi dengan wartawan, hal ini memicu dugaan kuat, bahwa ada sesuatu yang sengaja disembunyikan agar tidak diketahui masyarakat/publik.


Sejumlah wartawan/jurnalis/awak media mengaku sangat kesulitan untuk memperoleh keterangan/informasi resmi terkait dugaan penggunaan anggaran ratusan juta rupiah dalam kegiatan Festival Literasi tahun 2026. 


Upaya telah dilakukan awak media ini untuk dapat bertemu langsung guna melakukan konfirmasi agar berimbangan dalam sebuah pemberitaan, namun dihubungi baik melalui Chat WhatsApp, tidak di balas, di Telepon Whatsapp tidak dijawab, pada Rabu 28 Oktober 2026.


Perlu diketahui, "pejabat publik itu digaji dari uang rakyat, bukan untuk bersembunyi dari pertanyaan publik, sikap tertutup Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, ini bukan sekadar persoalan etika komunikasi, tetapi sudah menyentuh aspek akuntabilitas", ucap salah satu wartawan (nama tidak ingin disebutkan) kepada wartawan media ini.


Lebih lanjut, minimnya akses informasi ke publik tentu menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat, ketika pejabat publik memilih bungkam, dan menghindar dari pertanyaan awak media yang ingin disampaikan, tentu ini menjadi sebuah  ruang kecurigaan yang semakin lebar, seharusnya sikap transparansi menjadi prinsip utama dalam pelayanan informasi untuk disampaikan ke publik, dan ini terkesan hanya menjadi slogan tanpa makna, tutupnya.


Selanjutnya, Pengamat Tata Kelola Pemerintahan Daerah menilai, perilaku menghindari wartawan bertentangan dengan semangat keterbukaan informasi publik, dalam praktik pemerintahan modern, komunikasi dengan media merupakan bagian penting dari pertanggungjawaban sebuah kinerja  kepada masyarakat/publik. “Jika tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, mengapa? harus menghindar, padahal keterbukaan informasi akan memperkuat kepercayaan masyarakat/publik,” ucapnya.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Tanggamus, Aria Resukia, S.T., M.M., belum dapat memberikan tanggapan resmi.


Perlu diketahui redaksi media ini tetap membuka ruang kepada pihak-pihak yang dimaksud dalam pemberitaan, untuk dapat memberikan tanggapannya guna kepentingan keberimbangan pemberitaan ke publik.   


Pengirim berita: Tomi Andri 




Oktober 28, 2026

Pemprov Lampung Peringati Sumpah Pemuda ke-98 " Generasi Muda Wujudkan Indonesia Lebih Baik"

Bandar Lampung | Prokontra.news |-  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Award Provinsi Lampung Tahun 2026Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir.Dalam sambutannya, Menpora mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menghidupkan semangat Sumpah Pemuda sebagai landasan dalam membangun Indonesia yang maju, bersatu, dan berkarakter.


Ia mengingatkan bahwa 98 tahun lalu, para pemuda Indonesia telah mengikrarkan janji yang menyatukan perbedaan, menguatkan perjuangan, serta meneguhkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa, yaitu Indonesia.


Menurutnya, kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan, tetapi juga dari kualitas manusia, karakter, kecintaan terhadap tanah air, semangat pantang menyerah, dan kepedulian terhadap sesama.


Oleh karena itu, generasi muda Indonesia diharapkan tumbuh menjadi generasi yang patriotik, gigih, dan berempati.


Sikap patriotik diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata bagi bangsa. Kegigihan tercermin dari kemampuan untuk terus berjuang menghadapi kesulitan dan kegagalan, sedangkan empati ditunjukkan melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan.


"Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," tegasnya.


Menpora juga mengajak generasi muda untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, serta terus berkarya tanpa kehilangan kepedulian terhadap sesama. Generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki keberanian untuk memimpin, tetapi juga kesiapan untuk melayani dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.


"Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia," pesannya.


Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98  tahun 2026 ini, semangat persatuan dan perjuangan generasi muda diharapkan terus menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan serta mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik.


Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menyerahkan penghargaan SAKIP Award Provinsi Lampung Tahun 2026 kepada perangkat daerah berdasarkan hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2025.


Penetapan perangkat daerah penerima penghargaan tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/579/IV.01/HK/2026 tentang Penetapan Perangkat Daerah dengan Nilai Tertinggi dan Nilai Terendah SAKIP di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung Tahun 2025, tertanggal 9 Oktober 2026.


Adapun perangkat daerah yang menerima penghargaan tersebut meliputi:

✓1. Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung sebagai penerima trofi bergilir.

✓2. Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara Provinsi Lampung.

✓3. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Lampung.

✓4. Dinas Sosial Provinsi Lampung.

✓5. Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Lampung.


Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap perangkat daerah berdasarkan hasil evaluasi kinerja instansi pemerintah. Penghargaan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan akuntabilitas, kualitas perencanaan, pelaksanaan program, serta pencapaian kinerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. (ADV)

Oktober 28, 2026

Pemprov Lampung Lanjutkan Pantau "Air Hujan Bantu Padamkan Karhutla di Way Kambas"

Bandar Lampung | Prokontra.news | - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) meski titik kebakaran yang dipantau melalui udara tidak lagi menunjukkan asap maupun titik api.
Berdasarkan pemantauan menggunakan drone oleh tim Satuan Tugas (Satgas) Darat, sejumlah titik yang sebelumnya terdampak kebakaran terpantau tidak lagi mengeluarkan asap hingga siang hari, pada Rabu (28/10/2026).


Kondisi tersebut didukung hujan dengan intensitas cukup deras yang mengguyur kawasan operasi pada dini hari, sekitar pukul 01.20 hingga 02.45 WIB. Hujan kemudian berlanjut dalam bentuk gerimis hingga pagi hari.


Pemantauan udara sekitar pukul 11.40 WIB menunjukkan titik A dan B tidak lagi mengeluarkan asap. Sementara itu, pemantauan di titik C dan D sekitar pukul 12.10 WIB juga memperlihatkan kondisi serupa.


Komandan Satgas Pasukan Darat Pemadaman, Letkol Inf Jonathan Ginting, mengatakan hasil pemantauan udara tersebut diperkuat dengan pengecekan langsung oleh personel darat yang dikerahkan ke seluruh titik sasaran pemadaman.


"Untuk pemadaman di sektor Cabang TNWK, kami sudah pastikan titik api dan titik bara dinyatakan sudah tidak ada," ujar Jonathan dalam laporannya pada Rabu (28/10/2026).


Menurut dia, pemeriksaan dilakukan pada titik A, B, C, dan D. Hasil pengecekan personel di lapangan juga dikonfirmasi melalui pemantauan menggunakan drone yang menyisir kawasan terdampak dari udara.


Meski demikian, hasil pemantauan tersebut belum menjadi alasan untuk menghentikan penanganan di lapangan. Satgas Darat tetap melakukan penyisiran dan pemadaman lanjutan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.


350 personel gabungan dikerahkan

Penanganan karhutla di kawasan TNWK dilakukan secara terpadu oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


Upaya tersebut juga melibatkan personel TNI dari Kodam XXI/Radin Inten, termasuk Tim Alfa, Yon TP, dan jajaran Komando Distrik Militer (Kodim), serta personel Polri dan Manggala Agni.


Jonathan mengatakan, keberhasilan pengendalian kebakaran merupakan hasil kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pemadaman, baik personel darat maupun tim pendukung dari udara.


Personel yang terlibat meliputi TNI, Polri, Polisi Kehutanan (Polhut), BPBD, Manggala Agni, dan relawan. Upaya pemadaman juga didukung tim water bombing atau pemadaman menggunakan pengeboman air dari udara, serta tim Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).


Secara keseluruhan, sebanyak 350 personel gabungan telah terlibat dalam penanganan karhutla di wilayah Lampung selama lebih dari satu bulan. Mereka menjalankan operasi dari Camp BOD 123 untuk mendukung upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran.


Selain pemadaman di darat, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilaksanakan untuk mendukung penanganan di kawasan prioritas. Operasi ini menjadi bagian dari strategi untuk membantu menciptakan kondisi cuaca yang mendukung pemadaman dan pendinginan area terdampak.


Hujan yang mengguyur kawasan pada dini hari turut membantu proses tersebut, terutama dalam mendinginkan lahan yang sebelumnya terbakar.


Jonathan menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Lampung, Pangdam XXI/Radin Inten, Danrem 043/Garuda Hitam, Kepala BNPB, Kapolda Lampung, serta Kepala Balai TNWK atas dukungan dan perhatian terhadap pelaksanaan operasi pemadaman.


Ia berharap kondisi kawasan yang telah terkendali dapat dipertahankan sehingga kebakaran tidak kembali terjadi.


Penyisiran dan deteksi dini tetap dilakukan
Pemprov Lampung bersama unsur terkait masih melanjutkan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar aman.


Tim Satgas Darat melakukan mop-up atau pemadaman lanjutan guna membersihkan sisa api dan bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.


Jonathan menegaskan, personel gabungan akan terus melakukan pengecekan ke titik-titik yang sebelumnya terdampak kebakaran untuk memastikan api tidak kembali muncul.
“Kami tetap memastikan dan mengecek ke titik-titik api sehingga kita dapat pastikan untuk ke depannya api ini tidak muncul kembali,” katanya.


Patroli intensif dan deteksi dini juga dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru. Selain itu, petugas memetakan areal yang terbakar sebagai bagian dari evaluasi kondisi lapangan dan penentuan langkah penanganan berikutnya.


Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran kembali terjadi, terutama di kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas yang perlu dijaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayatinya.


Gubernur Lampung apresiasi personel gabungan
Gubernur Lampung menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh personel gabungan serta pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla di Provinsi Lampung.


Apresiasi diberikan kepada BNPB, jajaran TNI dari Kodam XXI/Radin Inten, Polri, Manggala Agni, BMKG, BPBD Provinsi Lampung, BUMN, serta masyarakat yang turut membantu penanganan di lapangan.


Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla, mulai dari upaya pemadaman hingga pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.


Dukungan dari berbagai pihak tersebut juga dirasakan langsung oleh tim di lapangan. Jonathan menyebut perhatian dan dukungan pimpinan daerah, TNI, Polri, BNPB, serta pengelola TNWK membantu kelancaran pelaksanaan operasi hingga titik-titik kebakaran berhasil dikendalikan.


Gubernur juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.


Upaya pencegahan, kata dia, menjadi tanggung jawab bersama untuk melindungi masyarakat, menjaga keanekaragaman hayati, dan memastikan kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.


Pemprov Lampung bersama seluruh unsur terkait pun akan melanjutkan pemantauan, penyisiran, dan langkah pencegahan sampai kondisi di lapangan dipastikan aman. (ADV).
Oktober 28, 2026

Sekdaprov Marindo: Muara Sebuah Proses Pejabat Administrator Makin Objektif dan Kompetensi

Bandar Lampung | Prokontra.news | - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, mewakili Gubernur Provinsi Lampung, melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 13 Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Prosesi pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, pada Rabu (28/10/2026). 


​Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 800.1.3.3/3795/VI.04/2026 dan Nomor 800.1.3.3/3826/VI.04/2026. 


​Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Sekdaprov Marindo Kurniawan menyampaikan bahwa rotasi dan promosi jabatan ini merupakan realisasi dari evaluasi berkala dan penataan manajemen talenta aparatur sipil negara.


​"Prosesi pelantikan yang Saudara ikuti pada hari ini merupakan muara dari sebuah proses evaluasi, penilaian kinerja, dan penataan administrasi kepegawaian yang terus kita dorong agar semakin objektif dan berbasis kompetensi," ujar Gubernur.


​Pejabat administrator, kata Gubernur, memegang posisi strategis sebagai perpanjangan tangan pimpinan untuk menerjemahkan kebijakan makro ke dalam ranah teknis operasional. Oleh karena itu, kecakapan intelektual dan administratif dinilai belum mencukupi tanpa adanya landasan integritas yang kuat.


​"Saudara adalah jembatan dari setiap kebijakan pimpinan dengan teknis di lapangan. Saudara mengelola sumber daya manusia dan turut mengendalikan pelaksanaan anggaran yang bersumber dari masyarakat. Oleh karena itu hal paling mendasar yang menjadi pondasi mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam bekerja adalah integritas," lanjutnya.


​Dalam arahannya, Gubernur juga memberikan instruksi tegas terkait tata kelola anggaran daerah agar terbebas dari penyimpangan hukum serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


​"Saya meminta dengan sungguh-sungguh, jaga amanah ini dengan kejujuran yang utuh. Tutup rapat-rapat segala celah penyimpangan. Jauhi segala bentuk praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Setiap rupiah anggaran pendapatan dan belanja daerah yang Saudara kelola harus bermuara pada satu tujuan, yaitu kesejahteraan masyarakat Lampung," tegas Gubernur. 


​Menutup amanatnya, Gubernur mengingatkan para pejabat yang dilantik untuk senantiasa menjaga kode etik aparatur sipil negara, baik saat bertugas maupun di kehidupan sosial, mengingat transparansi publik menuntut keteladanan moral aparatur demi menjaga citra Pemerintah Provinsi Lampung. (ADV)

Oktober 28, 2026

Bukti Nyata! Pemprov Lampung Terus Perkuat Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintahan

Bandar Lampung | Prokontra.news | - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Lampung menggelar kegiatan Entry Meeting Pemeriksaan Terinci Semester II Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama, pada Selasa (27/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas sinergi tata kelola keuangan yang baik, yang turut berkontribusi pada pencapaian prestasi Pemprov Lampung. Ia menyoroti keberhasilan provinsi yang baru saja meraih Mandaya Award 2026 dari Kemenko PMK RI. 


"Penghargaan ini menjadi bukti kerja keras kita bersama, di mana Provinsi Lampung berhasil menempati peringkat pertama nasional dalam penanggulangan kemiskinan. Kita berhasil mencatatkan penurunan kemiskinan secara tajam dari 11,6% pada Maret 2025 menjadi 9,3% pada Juni 2026, dan sukses mengentaskan lebih dari 200 ribu jiwa. Tentu capaian impresif ini harus terus kita pertahankan dan tingkatkan dengan tata kelola pemerintahan yang akuntabel," ungkap Sekdaprov.


Terkait pelaksanaan pemeriksaan, Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nugroho Heru Wibowo memaparkan bahwa Entry Meeting ini menandai dimulainya fase pengujian secara mendalam atas kepatuhan dan kinerja pelaksanaan program pemerintah daerah. 


"Pada semester II tahun 2026 ini, fokus penugasan kami mencakup Pemeriksaan Kinerja dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT). Ada lima sasaran strategis yang menjadi objek pengujian, yaitu Kinerja Ketahanan Energi, Kinerja Ketahanan Pangan Jilid 2, Kinerja Pengelolaan RSUD, Kinerja Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler, dan Belanja Daerah. Kami di BPK menjaga independensi dan objektivitas, sehingga kami sangat mengharapkan sinergi Pemprov Lampung melalui penyediaan data yang akurat dan tepat waktu," tegasnya. 


Menanggapi hal tersebut, Sekdaprov langsung memberikan instruksi kepada jajaran Pemprov Lampung untuk mengawal kelancaran proses pemeriksaan secara penuh. 


"Tadi kita sudah mendengarkan bersama arahan dari Bapak Kepala BPK Perwakilan. Saya minta seluruh Kepala OPD yang menjadi lokus pemeriksaan pada kelima agenda strategis ini untuk bersikap proaktif dan kooperatif. Pastikan ketersediaan data yang akurat, berikan akses informasi yang dibutuhkan secara cepat, dan tunjuk staf teknis yang benar-benar memahami substansi data agar tidak ada kendala komunikasi," instruksi Sekdaprov 


Sejalan dengan instruksi Sekdaprov, Inspektur Provinsi Lampung, Bayana, juga memberikan pernyataan dan penekanan kepada seluruh jajaran OPD agar disiplin dalam melengkapi dokumen yang diminta oleh tim pemeriksa BPK. 


"Inspektorat akan terus mengawal dan mengoordinasikan kelancaran proses pemeriksaan ini. Saya mengimbau agar seluruh dokumen, data pendukung, dan komunikasi dengan tim pemeriksa dikoordinasikan secara tertib melalui satu pintu. Hal ini sangat penting untuk meminimalisasi kesalahan informasi dan memastikan tidak ada keterlambatan yang menghambat tugas tim BPK," ujar Bayana. 


Melalui kolaborasi dan transparansi ini, diharapkan tata kelola keuangan serta kinerja pelayanan Pemprov Lampung dapat terus disempurnakan sebagai upaya  mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (ADV)

Oktober 28, 2026

Lapas Kota Agung Peringati Sumpah Pemuda ke-98 "Perkuat Nasionalisme dan Pengabdian"

Tanggamus | Prokontra.news | - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Agung melaksanakan upacara bendera, Kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat rasa persatuan dan kesatuan, serta menanamkan nilai-nilai perjuangan pemuda dalam kehidupan sehari-hari, pada Rabu (28/10/2026).


Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat, diikuti jajaran pegawai dan peserta magang. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh disiplin sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pemuda Indonesia yang telah mengikrarkan semangat persatuan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.


Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya menjaga persatuan, meningkatkan semangat pengabdian, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Nilai-nilai perjuangan pemuda diharapkan dapat terus diterapkan dalam memberikan pelayanan dan melaksanakan tugas pemasyarakatan.


Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Kota Agung berharap semangat Sumpah Pemuda dapat terus hidup dalam diri setiap insan pemasyarakatan, sehingga mampu mendorong terciptanya lingkungan kerja yang solid, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan yang semakin baik.


Pengirim berita: Tomi Andri 

Oktober 28, 2026

Kepala Pengamanan Rutan Kelas II B Kota Agung Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Tanggamus | Prokontra.news | - Memperingati tepatnya ke- 98 tahun, Hari Sumpah Pemuda tahun 2026, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kota Agung, mengggelar kegiatan upacara bendera yang dilaksanakan di Lapangan Blok Binaan Rutan Kota Agung ,wilayah setempat, pada Rabu (28/10/2026).


Kegiatan upacara tersebut dihadiri oleh Kepala Rutan Kota Agung dan Pejabat Struktural, beserta seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas II B Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.


Perlu diketahui, bertindak sebagai Inspektur pada upacara tersebut, Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Kota Agung,Tera Alpian (mewakili Karutan), kegiatan upacara diawali dengan pengibaran bendera sang saka merah putih, serta dilanjutkan dengan mengheningkan cipta bersama dilanjutkan pembacaan teks Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta secara serentak, lalu dilanjutkan dengan Pembacaan Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia Tahun 1928.


Pada kegiatan upacara tersebut, inspektur upacara menyampaikan pidato dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Mengawali pidatonya, beliau mengatakan, Hari Sumpah Pemuda ke- 98 tahun 2026  mengusung tema, "Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda Untuk Indonesia”


“Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia”. Tema ini menyampaikan pesan kepada kita semua, untuk meningkatkan dan memajukan berbagai elemen pelayanan kepemudaan hingga mencapai kondisi Indonesia yang jaya raya, Indonesia yang besar, Indonesia yang sejahtera, tentu upaya ini harus dilakukan dalam bentuk upaya pemajuan secara bersama-sama, simultan, sinkron, dan terkoordinasikan dengan sebaik-baiknya, pada tingkat pusat maupun pada tingkat daerah," terang  Tera Alpian (Kepala pengamanan Rutan).


“Pada momentum peringatan hari Sumpah Pemuda ini, marilah kita bersama-sama melakukan berbagai macam langkah untuk mengembangkan potensi pemuda melalui aktivitas yang mendorong perkembangan kreativitas dan inovasi pemuda Indonesia dengan berbagai cara yang dapat dilakukan, salam sejahtera untuk kita semua dan salam pemuda maju”, tutupnya.


Pengirim berita: Tomi Andri