Breaking news

Rabu, 08 April 2026

Kadis Ketahanan Pangan Ogan Ilir Sebut 1.096 Hektar Tidak Terealisasi

Ogan Ilir |Prokontra.news | -  Realisasi program cetak sawah di wilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dari tahun 2025 sampai saat ini telah mencapai 2.564 hektar untuk mendukung program Swasembada Pangan berkelanjutan di daerah guna meningkatkan produksi Pangan Nasional melalui otomasi lahan pertanian.

Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ogan Ilir, Deddy Setiawan S.H., M.M., dirinya mengungkapkan, pada tahun 2025 target untuk cetak sawah di Kabupaten Ogan Ilir seluas 3.660 hektar, namun terealisasi hanya sebanyak 2.564 hektar, sementara 1.096 hektar tidak terealisasi, disebabkan beberapa faktor seperti, banjir dan lain sebagainya sehingga tidak bisa dikerjakan, ucapnya diruang kerja, pada Rabu (8/04/2026).


Selanjutnya, akibat faktor alam tersebut, sampai sekarang, kita masih menunggu air surut untuk melaksanakan penanaman padi pada lahan yang sudah terealisasi tersebut, karena pemanfaatannya lahan sampai siap tanam, sesuai dengan juklak dan juknisnya, terang Kadis Deddy. 


Lebih lanjut, bahkan pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan itu terdampak akibat banjir, hingga menyebabkan lahan tersebut tenggelam, di beberapa lokasi yang ada dan  tentu beberapa item pekerjaan mengalami kerusakan seperti tanggul saluran lahan pesawahan, urainya.


Ditambahkan, karena kita melalui E-katalog, dalam proses pengerjaannya pihak ketiga (swasta) harus sesuai dengan juklak dan juknisnya yaitu siap tanam akan tetapi dengan kondisi seperti ini tentunya, jika ada kerusakan, saya sudah kordinasi kepada seluruh penyedia pelaksana pekerjaan pihak ketiga kontraktor, untuk di berapa wilayah yang airnya sudah mulai surut, maka segera di perbaiki, karena itu ada dalam rangka pemeliharaan, sedangkan untuk sisa yang tahun kemarin belum terealisasi sebanyak 1.096 hektar, dan Insya Allah akan diselesaikan di tahun ini, jelasnya.


Untuk diketahui, karena sudah ada perencanaannya harus diselesaikan, untuk teknisnya ke depan kita masih menunggu arahan dari Kementeriannya, sementara untuk tahun 2026 ini telah kita usulkan berdasarkan data permintaan dari warga masyarakat yang menginginkan lahan nya dicetak itu kurang lebih 2.500 hektar, tutup Kadis Deddy.


Pengirim berita : (Aprianto)