Penulis :
Ahmad Basri
Ketua : K3PP Tubaba
Tulang Bawang Barat | Prokontra.news | - Banyak generasi muda Lampung hari ini tampaknya tidak lagi begitu tertarik membicarakan persoalan adat dan kebudayaan daerahnya sendiri.
Mereka lebih tertarik pada dunia baru, dengan segala perkembangan, pencapaian, dan peluang yang ditawarkannya.
Sementara itu, adat dan kebudayaan sering kali dianggap sebagai sesuatu yang penuh dengan tetek bengek, aturan, serta tradisi masa lalu yang tidak selalu relevan dengan kehidupan modern.
Bagi sebagian generasi muda, berbicara tentang adat dan kebudayaan seolah-olah hanya membicarakan kekolotan berpikir.
Adat dianggap sebagai representasi masa lalu, sesuatu yang diwariskan oleh generasi terdahulu, tetapi tidak selalu memiliki tempat penting dalam membicarakan masa depan.
Sebaliknya, diskusi tentang masa depan, kemajuan teknologi, pendidikan, karier, bisnis, dan berbagai pencapaian hidup terasa jauh lebih menarik.
Di dalamnya ada semangat untuk bergerak maju, mengejar perubahan, dan menjadi bagian dari dunia yang terus berkembang.
Generasi muda memang harus memiliki orientasi ke depan, berpikir terbuka, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Adat kebudayaan yang kolot akan ditinggalkan. (Red)
