Breaking news

Minggu, 21 Desember 2025

Diduga SPPG Mulya Asri Buang Air Limbah Sembarangan ke Irigasi

Tulang Bawang Barat | Prokontra.news- Diduga pembuangan air limbah dapur, Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh ID SPPG : ALSM5800 , " SPPG Mulya Asri 2", di Kelurahan Mulya Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba, Provinsi Lampung, mencemari lingkungan, dikarenakan air limbah tersebut di alirkan langsung ke jembatan saluran irigasi, Sabtu (20/12/2025).Hasil penelusuran awak media ini dilokasi ditemukan pipa paralon  sepanjang kurang lebih 100 meter yang diduga untuk pembuangan air limbah berasal dari Dapur MBG tersebut.
Praktik ini dinilai mencederai kepentingan masyarakat, petani, dan berpotensi merusak ekosistem dan pencemaran lingkungan. Jembatan saluran irigasi bukan tempat pembuangan limbah dapur. Pengelolaan Instalasi Pengelola Air Limbah (IPAL) dapur MBG semestinya memenuhi ketentuan yang ditentukan, dan ini tentu merupakan bentuk kelalaian serius serta menjadi catatan buruk operasional bagi dapur MBG tersebut.
Beberapa masyarakat sekitar yang enggan disebutkan namanya menegaskan, program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat, tidak boleh mengorbankan ketahanan pangan dan mencemari lingkungan. Fokus distribusi tanpa kesiapan pengelolaan limbah adalah kekeliruan yang harus segera dihentikan, Dapur dan Ruang Makan agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat dan penerimaan manfaat.
Kami meminta Camat Tulang Bawang Tengah dan pemerintah setempat, agar turun tangan serta kami juga berharap :
1. Kepala Badan Gizi Nasional RI, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pertanian turun tangan untuk melakukan pemeriksaan dan penertiban.

2. Penghentian sementara operasional dapur MBG hingga sistem pembuangan limbah IPAL berfungsi sesuai ketentuan aturan.

3. Dapat memberikan sanksi tegas, jika terbukti dengan sengaja dilakukan  hingga menimbulkan pelanggaran terhadap lingkungan.
" Kami mengajak seluruh elemen masyarakat mengawasi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar program MBG berjalan bersih, bertanggung jawab, dan sejalan dengan agenda Ketahanan Pangan Nasional. Agar dapat bermanfaat untuk anak - anak dan saudara-saudara kita yang mendapatkan Makanan Gizi Gratis", ujarnya.
Terkait hal tersebut, Beniyansah, S.T, selaku mitra SPPG Mulya Asri 2, ketika dikonfirmasi oleh media ini mengatakan, pembuangan limbah ke jembatan saluran irigasi sudah sesuai prosedur, melalui Alat IPAL, dan telah mendapatkan izin dari Pak Rukun Tetangga (RT). Serta air limbah tidak berwarna dan berbau, menurutnya.
 
Ditambahkan, Beniyansah selaku mitra SPPG Mulya Asri 2 dan Notabennya sebagai Kepalo Tiyuh Wonokerto menjelaskan, pihaknya telah menguji kelayakan pembuangan limbah bersertifikasi melalui PT. Jek Medical Tuba Grup, kilahnya. 

Keterangan Beniyansah menjadi sebuah tanda tanya, mengapa? pembuangan air limbah dapur MBG tersebut dialirkan melalui pipa paralon dan dibuang ke bawah jembatan saluran irigasi. Apakah? praktek itu diperbolehkan, sesuai aturan yang berlaku. Serta benarkah? praktek tersebut sesuai dengan mekanisme dan Standard Operating Procedure (SOP).

Hingga berita ini diterbitkan, Romilah Pimpinan SPPG Mulya Asri 2, belum bisa ditemui dan di konfirmasi untuk diminta tanggapannya terkait pipa pembuangan air limbah ke saluran irigasi tersebut. (Red)