Breaking news

Rabu, 04 November 2026

November 04, 2026

Ada Apa? Viral Berita! PT. Marga Solusi Prima Terbitkan Paklaring

Lampung | Prokontra.news | - Setelah viral pemberitaan di media online/siber menjadi sorotan publik, akhirnya Surat Keterangan Berhenti Kerja atau Paklaring milik mantan karyawan PT. Marga Solusi Prima berinisial (KI) diterbitkan.


Berdasarkan informasi (KI), bahwa Paklaring tersebut telah ia terima pada pukul 13.34 WIB, Rabu (04/11/2026). Dengan diterbitkannya dokumen tersebut, (KI) kini dapat melanjutkan proses pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan yang selama ini tertunda.


"Alhamdulillah, Paklaring saya sudah diterbitkan/ diberikan, siang ini pukul 13.34 WIB. Terima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah membantu dengan pemberitaan, mendorong percepatan ini," ucap (KI) kepada awak media, pada Rabu malam (04/11/2026) 


Lebih lanjut menurut (KI), tanpa dorongan dari rekan-rekan media, dirinya belum tentu mendapatkan kepastian soal Paklaring yang sudah lama ia minta/inginkan tersebut, sejak dirinya mengundurkan diri pada 10 September 2026 lalu.


"Kalau tidak dibantu rekan-rekan media melalui pemberitaan, saya yakin belum tentu dapat kepastian, untuk mendapatkan paklaring secepatnya ini, sebab yang sudah-sudah, jawaban dari Koordinator Ruas, sudah diteruskan ke Pusat, tapi tidak pernah ada kejelasan/kepastian kapan Paklaring dapat  diberikan/dikeluarkan," terang (KI).


Ada apa? Perusahaan Tetap Bungkam

Disisi lain, meski Paklaring tersebut telah diterbitkan dan diberikan kepada yang bersangkutan, namun hal ini, tentu jadi sebuah pertanyaan besar, Ada apa? Paklaring diberikan setelah viral nya pemberitaan oleh awak media.


Untuk diketahui, hingga berita lanjutan ini diterbitkan, pihak manajemen PT. Marga Solusi Prima, belum pernah memberikan keterangan/tanggapan resmi terkait tertundanya penerbitan Paklaring tersebut, 


Perlu diketahui, hingga berita lanjutan ini diterbitkan, Redaksi tetap membuka ruang hak jawab/Sanggah atau tanggapan untuk keberimbangan pemberitaan. (Red)


Sebelumnya telah diterbitkan berita dengan judul: Akibat! Manajemen Lambat, "Paklaring Tidak Diberikan" Mantan Karyawan PT. Marga Solusi Prima Sulit Cairkan JHT-BPJS

👇👇👇https://www.prokontra.news/2026/11/akibat-manajemen-lambat-paklaring-tidak.html


November 04, 2026

Pemkab Tubaba dan BSI Luncurkan Program Tubaba Q Berhaji, Dorong Perencanaan Haji Sejak Dini

Tulang Bawang  Barat | Prokontra.news | – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) secara resmi meluncurkan Program Tubaba Q Berhaji yang terwujud berkat sinergi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Tubaba, pada Rabu (04/11/2026). Kegiatan tersebut, berlangsung di Masjid Baittus Shobur, Islamic Center Tubaba, program ini secara resmi diluncurkan langsung oleh Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah.   Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan literasi keuangan syariah kepada masyarakat agar dapat merencanakan ibadah haji dengan lebih matang. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya inisiatif kolaboratif ini.   


"Berhaji bukan hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga memerlukan kesiapan finansial dan perencanaan yang matang," ujar Nadirsyah dalam sambutannya. Beliau juga menegaskan pentingnya program ini, "Oleh karena itu, melalui gerakan Tubaba Q Berhaji ini, kita ingin membangun kesadaran bahwa menunaikan ibadah haji perlu dipersiapkan sejak dini sesuai dengan kemampuan masing-masing".  


Lebih lanjut, Nadirsyah mengajak masyarakat dan aparatur pemerintah daerah untuk memanfaatkan layanan BSI dalam menabung dan merencanakan keberangkatan haji, sembari menekankan bahwa sinergi dengan instansi seperti BSI sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah keterbatasan APBD.  


Sementara itu, perwakilan dari BSI, Ari Suharso, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat atas kolaborasi yang terjalin erat. Ia memaparkan bahwa edukasi keuangan untuk haji sangat krusial di masa sekarang, mengingat masa tunggu keberangkatan haji saat ini telah mencapai 26 tahun.   


"Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan literasi tentang keuangan syariah, khususnya adalah bagaimana kita merencanakan keuangan untuk mempersiapkan keberangkatan haji," jelas Ari Suharso. Ia juga menyoroti fenomena banyaknya jemaah yang terkendala pelunasan saat jadwal keberangkatan tiba. "Hampir 30% calon jemaah haji itu gagal berangkat karena tidak siap dalam hal finansial," tambahnya.   


Melalui peluncuran Program Tubaba Q Berhaji ini, diharapkan masyarakat Tubaba dapat mulai merencanakan tabungan haji dengan lebih disiplin. Selain fokus pada ibadah haji, kolaborasi antara Pemkab Tubaba dan BSI juga diharapkan terus berlanjut pada sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui program pembiayaan UMKM seperti KUR Super Mikro tanpa agunan yang disediakan oleh BSI. (Red)



November 04, 2026

Bupati Ela Siti Nuryamah Kunker ke Sekolah Rakyat di Lamtim

Lampung Timur | Prokontra.news | - Bupati Lampung Timur (Lamtim), Provinsi Lampung, Ela Siti Nuryamah, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Lampung Timur, pada Selasa (3/11/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Bupati tidak hanya meninjau fasilitas dan aktivitas belajar, tetapi juga menyempatkan waktu makan siang bersama para siswa, serta melihat langsung menu makanan yang disajikan kepada mereka.


Suasana terasa hangat dan penuh keakraban saat Bupati Ela duduk di antara anak-anak. Momen sederhana namun bermakna itu menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kenyamanan, kesehatan, dan masa depan generasi muda di Kabupaten Lampung Timur.


"Masyarakat Lampung Timur jangan ragu dengan Sekolah Rakyat. Kita bisa melihat sendiri, anak-anak didiknya semua bahagia," ujar Bupati Ela di sela kunjungannya .


Menurut beliau, Sekolah Rakyat hadir bukan sekadar sebagai tempat belajar, melainkan menjadi kesempatan nyata bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan meraih masa depan yang lebih baik.


Setelah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Bupati Ela melanjutkan agenda kerja dengan meninjau Migrant Worker Resource Center (MRC) yang berlokasi di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lampung Timur. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin optimal, mudah diakses, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.


Pemerintah hadir di tengah masyarakat, anak-anak tumbuh dalam kebahagiaan, dan harapan masa depan pun semakin terbuka lebar.


Pengirim berita: Imannurohim


November 04, 2026

Sekda Rustam Effendi Resmi Buka Festival Literasi 2026 di Lamtim

Lampung Timur | Prokontra.news | - Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyelenggarakan Festival Literasi Kabupaten Lampung Timur Tahun 2026.


Perlu diketahui kegiatan Tersebut berlangsung pada 3 hingga 5 November 2026 di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Timur, pada Rabu (3/11/2026).


Kegiatan tersebut, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Timur, Rustam Effendi, yang mewakili Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah. Festival ini diikuti sekitar 600 peserta, yang terdiri dari kalangan pustakawan, tenaga pendidik, pelajar, komunitas literasi, serta pengelola Taman Bacaan Masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Bunda Literasi Kabupaten Lampung Timur, Huzaimah Azwar Hadi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membudayakan kegiatan membaca, yang dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga ke tengah masyarakat luas.


"Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, memilah berita, serta memanfaatkan teknologi secara bijak," ujarnya.


Melalui festival ini, diharapkan tumbuh semangat baru di tengah masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai kebutuhan dan gaya hidup. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat belajar yang nyaman, kreatif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.


"Mari bersama membangun budaya literasi yang kuat, demi terwujudnya masyarakat Lampung Timur yang cerdas, berwawasan luas, dan berdaya saing".

 

Pengirim berita: Imannurohim 

Selasa, 03 November 2026

November 03, 2026

‎Bupati Novriwan Jaya Lounching TUBABAQ Berhaji dan Ajak ASN Mulai Siapkan Tubungan Haji

Tulang Bawang Barat | Prokontra.news | - Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) meluncurkan Gerakan TubabaQ Berhaji sebagai upaya kolaboratif untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tubaba, agar mulai merencanakan dan mempersiapkan kebutuhan finansial untuk menunaikan ibadah haji melalui tabungan haji, pada Selasa (3/11/2026).


‎Kegiatan Launching Gerakan TubabaQ Berhaji dan doa bersama akan dilaksanakan pada Rabu, 4 November 2026, bertempat di Islamic Center Tulang Bawang Barat, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.


‎Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai kegiatan pendukung, di antaranya Bazar UMKM, layanan kesehatan gratis, promo haji, serta berbagai kegiatan lainnya.


‎Bupati Tubaba Novriwan Jaya menegaskan bahwa berhaji bukan semata-mata persoalan kemampuan finansial, tetapi juga merupakan ujian keikhlasan dan kesungguhan seorang muslim dalam memenuhi panggilan Allah SWT.


‎Menurutnya, niat untuk menunaikan ibadah haji perlu ditanamkan sejak dini, disertai dengan ikhtiar, doa, dan perencanaan yang baik agar kesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci dapat terwujud.

‎“Berhaji adalah ujian keikhlasan bagi seorang muslim. Karena itu, mari kita niatkan dalam hati untuk memenuhi panggilan berhaji dari Allah SWT,” ujar Bupati.


‎Bupati juga mengajak seluruh pejabat, baik struktural maupun fungsional, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tubaba untuk memberikan teladan dengan mulai membuka tabungan haji sebagai bentuk kesungguhan dalam mempersiapkan ibadah tersebut.

‎«“Mari, semua pejabat baik struktural maupun fungsional wajib membuka tabungan haji. Jangan lupa panjatkan doa agar dicukupkan rezeki untuk dapat memenuhi niat kita,” tegasnya.»


‎Ia berharap Gerakan TubabaQ Berhaji tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun kebiasaan positif dalam merencanakan ibadah haji secara terarah dan berkelanjutan.

‎«“Mari kita penuhi panggilan Allah, kita genapkan iman kita,” tambahnya.»


‎Sementara itu, Area Manager BSI Provinsi Lampung Luthvy Indaka menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tubaba atas dukungan dalam menggaungkan Gerakan TubabaQ Berhaji.


‎Ia berharap kolaborasi antara BSI dan Pemerintah Kabupaten Tubaba dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan untuk ibadah haji, sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat yang mulai mempersiapkan diri melalui tabungan haji.


‎Melalui sinergi tersebut, BSI berkomitmen mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Tubaba dalam mensosialisasikan kemudahan persiapan ibadah haji melalui layanan tabungan haji yang sesuai dengan prinsip syariah.


‎Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat berharap Gerakan TubabaQ Berhaji dapat menjadi gerakan bersama yang menumbuhkan kesadaran spiritual, memperkuat ikhtiar, serta memotivasi ASN dan masyarakat untuk mempersiapkan diri memenuhi panggilan Allah SWT ke Tanah Suci.


‎Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, Gerakan TubabaQ Berhaji diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat Tubaba yang semakin religius, senantiasa berikhtiar, serta memiliki perencanaan ibadah yang lebih baik. (Red)

‎

‎

November 03, 2026

Ketua DPRD Lamtim Ajak Masyarakat "Waspada Banjir dan Cegah DBD di Musim Hujan"

Lampung Timur | Prokontra.news | - Memasuki musim hujan, Ketua DPRD Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), Provinsi Lampung, Rida Rotul Aliyah, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir sekaligus menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), pada Rabu (3/11/2026).


Rida mengingatkan, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir perlu lebih siap menghadapi kemungkinan meningkatnya curah hujan. Kewaspadaan sejak dini penting dilakukan untuk meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.


“Musim hujan ini harus kita sikapi dengan lebih waspada. Terutama masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, mari kita mulai mengantisipasi sejak sekarang, jangan menunggu sampai bencana terjadi,” ujarnya.


Selain persoalan banjir, Rida juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD. Ia mengajak masyarakat untuk bergotong royong membersihkan saluran air, tidak membiarkan genangan, serta rutin memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.


“Jangan sampai kita hanya fokus pada ancaman banjir, tetapi lupa bahwa musim hujan juga meningkatkan risiko DBD. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Hal sederhana seperti membersihkan selokan dan menghindari genangan air bisa menjadi langkah penting melindungi keluarga,” tambahnya.


Rida berharap kesadaran dan kepedulian masyarakat dapat terus dibangun melalui semangat gotong royong. Menurutnya, lingkungan yang bersih, sehat, dan aman merupakan salah satu kunci untuk mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga kesehatan masyarakat di Lampung Timur.


Pengirim berita: Imannurrohim

November 03, 2026

Bupati Ela Siti Nuryamah Hadiri Inception Meeting NTSP Indonesia 2026

Lampung Timur | Prokontra.news | -  Bupati Lampung Timur (Lamtim), Provinsi Lampung, Ela Siti Nuryamah, didampingi oleh Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, menghadiri Inception Meeting Nature Transition Support Programme (NTSP) Indonesia, kegiatan tersebut, berlangsung di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, pada Selasa (2/11/2026).


Pertemuan strategis ini diinisiasi melalui kerja sama antara Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Kedutaan Besar Britania Raya, serta United Nations Environment Programme-World Conservation Monitoring Centre (UNEP-WCMC). Program ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai strategis modal alam, termasuk peran penting Taman Nasional Way Kambas, sebagai landasan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ela menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Timur untuk menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian alam demi menjamin masa depan yang lebih baik.


"Menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Taman Nasional Way Kambas bukan hanya kekayaan daerah, tetapi aset nasional dan dunia yang harus dikelola dengan bijak agar dapat memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang," ujar Bupati Ela.


Kehadiran Lampung Timur dalam forum ini menjadi langkah awal yang penting untuk menyusun kebijakan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan konservasi.


Pengirim berita: Imannurrohim 

Senin, 02 November 2026

November 02, 2026

Wajah Baru! TK ABA Talang Balai Ogan Ilir "Lebih Nyaman Berkat Program Revitalisasi Sekolah"

Ogan Ilir | Prokontra.news | -  TK ABA Talang Balai yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, kini tampil dengan wajah baru yang jauh lebih representatif. Melalui program revitalisasi, sejumlah fasilitas penunjang pendidikan di sekolah ini telah diperbaiki secara menyeluruh guna mendukung kenyamanan tumbuh kembang anak-anak.


Kepala Sekolah TK ABA Talang Balai, Rini, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas terealisasikannya bantuan renovasi ini. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu pihak sekolah dalam meningkatkan kualitas sarana prasarana, dari segi fasilitas gedung hingga aspek pendukung lainnya.


"Tentunya kami sangat berterima kasih sekali kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang telah merealisasikan bantuan revitalisasi sekolah ini," ujar Rini, pada Selasa (3/11/2026).


Ia menambahkan, perbaikan fasilitas ini mencakup gedung dan ruang kelas baru, ruang administrasi, hingga fasilitas toilet yang lebih higienis dan layak. Sentuhan perbaikan ini dinilai sangat krusial, mengingat lingkungan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar formal semata.


"Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga ruang bagi anak untuk bermain, bereksplorasi, dan tumbuh secara optimal," pungkasnya.


Dengan rampungnya revitalisasi ini, pihak sekolah optimis mutu layanan pendidikan bagi anak usia dini di TK ABA Talang Balai dapat meningkat secara signifikan, menciptakan suasana belajar yang aman, bersih, dan menyenangkan.


Pengirim berita: Aprianto.

November 02, 2026

H. Aswan Mufti Ajak Masyarakat Ogan Ilir Aktif Awasi Pemilu dan Cegah Politik Uang

Ogan Ilir | prokontra.news | -  Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan, H. Aswan Mufti, S.T., M.Si., mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengawasi jalannya pemilihan umum serta bersama-sama mencegah praktik politik uang dan berbagai bentuk pelanggaran demokrasi lainnya.


​Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir di Aula Kantor Camat Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, pada Selasa 03 November 2026.


​Acara yang bertujuan meningkatkan keterlibatan publik demi mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Massuryati, M.Si., C.Med.


​Turut hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir Dewi Alhikmah Wati, Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Gerindra Ahmad Wazir Noviadi, S.Psi., M.Si., Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ogan Ilir Muhammad Iqbal, S.H., serta Camat Tanjung Raja Dian Septa, S.Sos.


​Dalam sambutannya, H. Aswan Mufti menegaskan bahwa pengawasan pemilu bukanlah tugas eksklusif Bawaslu semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.


​"Kita mengajak masyarakat agar tidak bersikap apatis terhadap proses demokrasi. Mari bersama-sama mengawasi dan mencegah praktik politik uang maupun berbagai pelanggaran lainnya," ujar Aswan Mufti.



​Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu atau takut untuk melaporkan setiap temuan dugaan pelanggaran pemilu melalui saluran resmi Bawaslu.


​Selain itu, Aswan mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar dalam alam demokrasi. Namun, ia menekankan agar persatuan, kerukunan, dan ikatan persaudaraan antar warga harus tetap dijaga di atas segalanya.


​Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan tingkat kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat Kabupaten Ogan Ilir dalam pengawasan pemilu semakin meningkat, demi terciptanya proses demokrasi yang transparan, bersih, dan berintegritas tinggi.


Pengirim berita: Aprianto 

November 02, 2026

Akibat! Manajemen Lambat, "Paklaring Tidak Diberikan" Mantan Karyawan PT. Marga Solusi Prima Sulit Cairkan JHT-BPJS

Lampung  | Prokontra.news | - Seorang mantan karyawan PT. Marga Solusi Prima berinisial (KI) mengeluhkan lambatnya manajemen perusahaan dalam memenuhi hak pekerja. Hingga kini, Surat Keterangan Berhenti Kerja atau Paklaring yang ia butuhkan sebagai syarat pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan disebutnya, belum juga diberikan, padahal sudah lama diminta.


Untuk diketahui, KI telah mengajukan pengunduran diri dari PT. Marga Solusi Prima terhitung mulai 10 September 2026. Surat pengunduran diri tersebut telah ia sampaikan secara resmi kepada Kepala Divisi PT. Marga Solusi Prima, Pamungkas Umar R melalui Koordinator Ruas TERPEKA Lampung, Mugianto. 


Namun setelah berhenti bekerja, KI mengaku kesulitan mengurus pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan karena salah satu dokumen wajib yang diminta adalah Paklaring dari perusahaan tempatnya terakhir bekerja.


"Sudah lama saya minta Paklaring, tapi sampai sekarang belum diberikan. Padahal itu syarat untuk cairkan JHT saya. Saya hanya minta hak saya," ujar KI kepada awak media, pada Senin malam (02/11/2026).


KI mengaku selalu berkoordinasi dan menitipkan pesan kepada Koordinator Ruas TERPEKA Lampung, Mugianto untuk menanyakan perkembangan permintaannya. Namun, menurut KI, ia selalu mendapatkan jawaban bahwa permintaannya telah diteruskan ke Pusat, tetapi hingga kini tidak ada kepastian kapan Paklaring tersebut akan diberikan.


"Saya konfirmasi dan minta tolong diupayakan segera, jawabannya permintaan saya sudah diteruskan ke Pusat. Tapi sampai sekarang tidak ada kepastian, kapan diberikan. Saya jadi bingung harus menunggu sampai kapan," keluh KI.


Menurut KI, keterlambatan penerbitan Paklaring tersebut sangat merugikan dirinya. Dana JHT yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan setelah tidak lagi bekerja, hingga kini belum bisa dicairkan.


Renungan Untuk Manajemen

Kasus yang dialami KI seharusnya menjadi cermin bagi manajemen PT. Marga Solusi Prima. Paklaring bukan sekadar selembar surat administrasi, melainkan bukti pengabdian dan kunci bagi mantan pekerja untuk mengakses haknya yang dijamin undang-undang.


Ketika seorang pekerja telah mengabdi, mengundurkan diri secara resmi dan sesuai prosedur, maka sudah sepatutnya perusahaan menunaikan kewajibannya secara cepat, transparan, dan manusiawi. Menunda-nunda tanpa kepastian, apalagi hanya dengan jawaban "sudah diteruskan ke Pusat", justru menimbulkan kesan manajemen abai terhadap hak pekerja.


Manajemen yang profesional tidak cukup hanya menuntut loyalitas dan kinerja saat pekerja masih aktif. Profesionalisme justru diuji ketika pekerja sudah tidak lagi bekerja: apakah hak-haknya tetap dihormati, atau justru dipersulit oleh birokrasi internal yang berbelit-belit.


KI berharap manajemen PT. Marga Solusi Prima dapat segera menindaklanjuti permintaannya dan memberikan Paklaring sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga berharap tidak ada lagi mantan pekerja lain yang mengalami hal serupa.


"Harapan saya manajemen lebih cepat dan peduli terhadap hak mantan pekerja. Jangan sampai yang sudah mengabdi justru dipersulit saat mengurus haknya sendiri. Apa karena tidak ada duitnya? Maka terkesan lambat dan dipersulit," tambahnya.


Hingga berita ini di terbitkan pihak manajemen PT. Marga Solusi Prima belum memberikan keterangan resmi, terkait keluhan tersebut. Redaksi media ini selalu membuka ruang untuk dapat memberikan tanggapan/hak jawab untuk keberimbangan pemberitaan. [Red]



Minggu, 01 November 2026

November 01, 2026

Bupati Lamtim Resmi Buka Ajang Musabaqoh MABAHIS V Tahun 2026

Lampung Timur | Prokontra.news | - Ajang Musabaqoh Bainal Maahid Islamiah (MABAHIS) V resmi dibuka pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Lapangan Merdeka, Desa Braja Harjosari, Kecamatan Braja Sebelah, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), Provinsi Lampung, kegiatan ini mengusung semangat membangun generasi islami yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

 

Bupati Lampung Timur (Lamtim), Provinsi Lampung, Hj. Ela Siti Nuryamah, M.E., M.A.P., hadir langsung dalam acara tersebut, sekaligus menyampaikan sambutan resmi pembukaan MABAHIS V. Kegiatan yang sarat dengan nilai-nilai keislaman ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Lampung, dr. Jihan Nurlela, M.M., Ketua DPRD Kabupaten Lampung Timur, Rida Rotul Aliyah, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Dr. Rustam Effendi, S.E., M.Si., Akt., CA., CMA.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Ela Siti Nuryamah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat ukhuwah islamiyah melalui ajang ini. "Mari kita perkuat tali persaudaraan, dukung para santri dan generasi muda untuk terus mengukir prestasi, mendalami ilmu agama, serta menjadi pilar kemajuan daerah dan bangsa," ujarnya, pada Sabtu (31/10/2026).

 

Diharapkan, MABAHIS V tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga sarana penguatan karakter, peningkatan keilmuan keagamaan, serta pembentukan generasi muda yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. 


Pengirim berita; Imannurohim

Jumat, 30 Oktober 2026

Oktober 30, 2026

Wabup Azwar Hadi Resmi Buka Musorkab KONI 2026 di Lamtim

Lampung Timur | Prokontra.news | - Guna membangun prestasi olahraga yang gemilang, dimulai dari tata kelola organisasi yang solid dan transparan berlandaskan semangat.


Wakil Bupati Lampung Timur (Lamtim), Provinsi Lampung,  Azwar Hadi, secara resmi membuka Musyawarah Organisasi Cabang (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lampung Timur sekaligus memimpin proses Pemilihan Ketua Umum KONI Kabupaten Lampung Timur Masa Bakti 2026–2030. 


Kegiatan tersebut, berlangsung di Aula Utama Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Timur, pada Jum'at (30/10/2026).


Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Azwar Hadi menegaskan, bahwa KONI memiliki peran strategis sebagai motor penggerak utama dalam memajukan prestasi olahraga daerah, melahirkan bibit - bibit atlet potensial, serta membangun karakter pemuda yang tangguh, sportif, dan berdaya saing tinggi, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
 

Kepemimpinan KONI yang baru untuk periode 2026 - 2030 diharapkan mampu mengusung tata kelola organisasi yang transparan dan profesional, serta memperkuat sinergi yang erat antara pemerintah daerah, induk organisasi cabang olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
 

"Mari kita dukung bersama proses demokrasi organisasi ini agar berjalan dengan lancar, demokratis, dan menghasilkan kepemimpinan yang amanah demi kejayaan dunia olahraga Lampung Timur," tutup Wabup Azwar Hadi.
 

Pengirim berita: Imannurrohim
Oktober 30, 2026

Wabup Azwar Hadi Hadiri Paripurna DPRD "Penetapan APBD Lampung Timur Tahun 2027"

Lampung Timur | Prokontra.news | -  Wakil Bupati (Wabup) Lampung Timur (Lamtim), Provinsi Lampung, Azwar Hadi, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Timur dalam rangka Pengambilan Keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Timur Tahun Anggaran 2027, pada Jum'at (30/10/2026).


Penetapan Raperda APBD Tahun Anggaran 2027 ini merupakan wujud sinergi dan kolaborasi yang solid antara Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Lampung Timur. Seluruh program dan alokasi anggaran yang telah disepakati difokuskan untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan sektor ekonomi kerakyatan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata di Kabupaten Lampung Timur.


Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada segenap pimpinan dan anggota DPRD, serta seluruh Badan Anggaran yang telah bekerja keras melalui rangkaian pembahasan hingga tersusunnya keputusan ini. Semoga APBD Tahun Anggaran 2027 dapat dijalankan dengan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Bumei Tuwah Bepadan Kabupaten Lampung Timur.

 

Pengirim berita: Imannurohim

Oktober 30, 2026

Bupati Ela Siti Nuryamah Hadiri Sosialisasi Perhutanan di Lamtim

Lampung Timur | Prokontra.news | - Bupati Lampung Timur (Lamtim), Provinsi Lampung, Ela Siti Nuryamah, hadir langsung dalam kegiatan sosialisasi perhutanan sosial untuk Kecamatan Batanghari dan Kecamatan Sekampung yang berpusat di Desa Buana Sakti, Kecamatan Batanghari, wilayah setempat, pada Kamis (29/10/2029).


Program Perhutanan Sosial merupakan langkah strategis pemerintah untuk memberikan akses legal dan kesempatan bagi masyarakat sekitar hutan dalam mengelola kawasan hutan secara mandiri, lestari, dan produktif.


Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami regulasi yang berlaku serta mampu mengoptimalkan potensi lahan yang dikelola untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal.


Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus berkomitmen mendampingi kelompok tani hutan dan masyarakat setempat, agar kawasan hutan senantiasa terjaga kelestariannya, sementara masyarakat yang tinggal di sekitarnya dapat semakin sejahtera dan berdaya.

 

Pengirim berita: Imannurrohim

Kamis, 29 Oktober 2026

Oktober 29, 2026

Membangun Dunia Pariwisata di Lampung "Persepsi Negatif Harus Dihilangkan"!

Penulis:

Ahmad Basri

(Advokat dan Pemerhati Kebijakan Publik)


Tulang Bawang Barat | Prokontra.news | - Kita harus jujur melihat realitas dunia pariwisata di Provinsi Lampung. Ada sebuah persepsi negatif yang selama ini berkembang di tengah masyarakat, khususnya berkaitan dengan keamanan dan perilaku sebagian masyarakat lokal di sekitar kawasan destinasi wisata.


Mohon maaf, ada ungkapan yang sering terdengar, bahkan menjadi semacam stigma: apabila sebuah usaha pariwisata berada terlalu dekat dengan lingkungan masyarakat pribumi yang tidak mendukung, jangan berharap usaha tersebut dapat berkembang. Bahkan, tidak sedikit yang beranggapan bahwa usaha itu pada akhirnya akan bangkrut.


Tentu saja, ungkapan tersebut tidak boleh digeneralisasi sebagai gambaran seluruh masyarakat Lampung. Namun, ketika persepsi seperti ini terus berkembang dan dipercaya oleh masyarakat luas, kita tidak bisa begitu saja mengabaikannya.


Persepsi negatif yang terus dipelihara lambat laun dapat berubah menjadi hambatan serius bagi perkembangan investasi dan dunia pariwisata di Lampung. Ini merupakan tantangan besar bagi Lampung apabila benar-benar ingin membangun sektor pariwisata sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.


Pertanyaannya sederhana investor dari luar daerah akan berpikir berkali-kali untuk menanamkan modalnya apabila sejak awal sudah dibayangi kekhawatiran terhadap keamanan, kenyamanan, dan keberlangsungan usaha yang akan dibangunnya.


Kita harus memahami bahwa investasi tidak hanya membutuhkan peluang keuntungan ekonomi. Investor juga membutuhkan kepastian hukum, jaminan keamanan, stabilitas sosial, serta lingkungan masyarakat yang kondusif.


Tidak ada investor yang ingin mengeluarkan modal besar, membangun fasilitas wisata, membuka lapangan pekerjaan, tetapi kemudian harus menghadapi persoalan keamanan, pungutan liar, intimidasi, atau konflik dengan lingkungan masyarakat sekitar.


Sesungguhnya, Lampung memiliki modal pariwisata yang luar biasa. Keindahan alamnya tidak kalah dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia. Lampung memiliki pantai, laut, pulau-pulau kecil, pegunungan, air terjun, kawasan konservasi, hingga kekayaan budaya dan tradisi masyarakat yang dapat menjadi daya tarik wisata.


Potensi tersebut merupakan kekayaan daerah yang semestinya dapat dikelola menjadi kekuatan ekonomi sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat. Namun, apa artinya memiliki kekayaan alam yang luar biasa apabila tidak mampu dikelola dan dikembangkan secara optimal?


Potensi wisata yang seharusnya menjadi sumber pendapatan daerah, membuka lapangan pekerjaan, dan menggerakkan ekonomi masyarakat justru dapat kehilangan daya tarik apabila persoalan mendasar tidak segera diselesaikan.


Kita tidak boleh hanya bangga dengan keindahan alam Lampung, tetapi gagal menciptakan ekosistem pariwisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Kita juga tidak boleh menutup mata bahwa ada sejumlah usaha dan kawasan wisata yang pada awalnya berkembang, tetapi kemudian mengalami kemunduran, bahkan berhenti beroperasi.


Salah satu persoalan yang perlu dievaluasi adalah bagaimana jaminan keamanan dan kenyamanan pengunjung maupun pelaku usaha di kawasan tersebut.


Keamanan bukan sekadar persoalan kriminalitas. Keamanan juga menyangkut perlindungan terhadap pengunjung, kepastian biaya, pelayanan yang wajar, serta terbebasnya wisatawan dari tindakan-tindakan yang dapat merusak pengalaman mereka selama berwisata.


Dalam dunia pariwisata, pengalaman pengunjung menjadi salah satu faktor penting. Satu pengalaman buruk dapat menyebar melalui cerita dari mulut ke mulut maupun media sosial.


Bayangkan apabila wisatawan datang dengan harapan menikmati keindahan alam Lampung, tetapi justru mendapatkan pengalaman yang tidak menyenangkan akibat persoalan keamanan dan pelayanan.

 

Apakah mereka akan kembali? Apakah mereka akan merekomendasikan destinasi tersebut kepada orang lain? Pertanyaan ini harus menjadi bahan introspeksi bersama. Persoalan berikutnya yang tidak kalah penting adalah infrastruktur jalan.

   

Kita tidak mungkin berbicara tentang kemajuan pariwisata apabila akses menuju destinasi wisata masih menghadapi persoalan jalan rusak, berlubang, dan tidak terawat.


Sudah menjadi cerita klasik ketika sebagian akses jalan di Lampung diibaratkan seperti kubangan kerbau. Kondisi ini tentu bukan sesuatu yang patut dibanggakan, apalagi apabila jalan tersebut menjadi akses utama menuju destinasi wisata.


Pertanyaannya, siapa yang tertarik berwisata apabila perjalanan menuju lokasi saja sudah menguras tenaga, waktu, dan biaya? Wisatawan membutuhkan akses transportasi yang layak. Mereka ingin menikmati perjalanan, bukan justru menghadapi risiko kendaraan rusak, kecelakaan, atau terhambat akibat kondisi jalan yang buruk.

    

Artinya, pembangunan pariwisata tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dasar yang memadai. Dalam konteks ini, pemerintah daerah tidak cukup hanya mempromosikan destinasi wisata melalui berbagai kegiatan seremonial, festival, ataupun publikasi di media sosial.

    

Promosi memang penting, tetapi promosi tanpa kesiapan infrastruktur, keamanan, dan kualitas pelayanan hanya akan menciptakan kesenjangan antara harapan wisatawan dengan kenyataan di lapangan. Jangan sampai pemerintah sibuk menjual keindahan Lampung, sementara persoalan mendasar yang menjadi kebutuhan wisatawan justru tidak mendapatkan perhatian serius.


Di sisi lain, masyarakat lokal juga harus mengubah cara pandang terhadap kehadiran investor dan pengembangan usaha pariwisata. 


Jangan melihat investor sebagai pihak luar yang datang untuk mengambil keuntungan semata. Kehadiran investasi yang dikelola secara bertanggung jawab dapat membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan usaha mikro dan kecil, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menciptakan peluang ekonomi baru.


 Daerah yang ingin maju membutuhkan masyarakat yang terbuka, ramah, dan mampu menerima perubahan tanpa kehilangan identitas kebudayaannya. Kita harus mulai membangun kesadaran kolektif bahwa pariwisata bukan hanya urusan pemerintah ataupun pengusaha. Pariwisata adalah urusan bersama.

    

Pada akhirnya, Lampung tidak kekurangan keindahan alam dan potensi budaya. Lampung juga tidak kekurangan potensi untuk menjadi salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Indonesia. Persoalan yang harus kita jawab adalah apakah kita sudah memiliki kesadaran, komitmen, dan tata kelola yang memadai untuk mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi daerah?

    

Jangan sampai keindahan alam Lampung hanya menjadi cerita kebanggaan, sementara daerah lain justru mampu mengelola potensi pariwisatanya menjadi sumber kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Sudah saatnya kita menghilangkan persepsi negatif, membangun budaya ramah wisata, menjamin keamanan, memperbaiki infrastruktur, dan menciptakan iklim investasi yang sehat.

    

Lampung memiliki keindahan alam dan budaya. Tetapi keindahan alam dan budaya saja tidak cukup. Pariwisata membutuhkan rasa aman, jalan yang layak, masyarakat yang ramah, dan pemerintah yang hadir dengan kebijakan nyata. (Red)

Oktober 29, 2026

Kapolri Sayudi: Perang Lawan Narkoba "Institusi di Dalam Jangan Dilupakan"

penulis:

Ahmad Basri

(Advokat)

Ketua: K3PP Tubaba


Tulang Bawang Barat | Prokontra.news | - Pasca dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo, genderang perang melawan narkoba kembali dikumandangkan.


Instruksi kepada seluruh jajaran kepolisian, mulai dari Kapolda hingga Polres dan Polsek, agar melakukan pemetaan serta mitigasi terhadap wilayah-wilayah rawan peredaran narkoba. Ini menjadi sinyal bahwa persoalan narkoba kembali ditempatkan sebagai agenda serius penegakan hukum.


Bagi penulis, persoalannya bukan sekadar instruksi yang disampaikan, melainkan sejauh mana instruksi tersebut mampu diterjemahkan menjadi tindakan nyata, konsisten, dan berkelanjutan.


Sebagai sosok yang memiliki pengalaman di lingkungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kapolri Suyudi tentu diharapkan memahami sekali kompleksitas persoalan narkoba beserta jaringan yang mengendalikannya.


Dunia narkoba bukan sekadar persoalan pemakai dan pengedar di lapangan. Di baliknya terdapat jaringan distribusi, bandar, aliran uang, dan kemungkinan keterlibatan berbagai pihak yang memberikan perlindungan terhadap bisnis haram tersebut.


Dalam hitungan hari, instruksi Kapolri diikuti dengan berbagai operasi pemberantasan narkoba di sejumlah daerah. Aparat bergerak melakukan penindakan dan mengungkap berbagai kasus peredaran narkoba.


Langkah tersebut tentu patut diapresiasi apabila dilaksanakan secara profesional, berdasarkan bukti, dan sesuai dengan ketentuan hukum. Namun, keberhasilan operasi dalam hitungan hari belum cukup untuk menyimpulkan bahwa perang melawan narkoba telah dimenangkan.


Pertanyaan yang lebih penting apakah operasi tersebut mampu memutus jaringan peredaran narkoba secara menyeluruh, atau hanya menghentikan aktivitas pelaku tertentu untuk sementara waktu?


Operasi pemberantasan narkoba yang dilakukan secara serius dapat memberikan harapan baru di tengah masyarakat. Kita semua memahami betapa berbahayanya narkoba bagi kehidupan individu, keluarga, dan masa depan generasi muda.


Ketika aparat hadir dan bertindak tegas, masyarakat tentu mengharapkan lingkungan yang lebih aman dari ancaman peredaran narkoba. Apresiasi publik merupakan sesuatu yang wajar. Namun, apresiasi tersebut hendaknya tidak membuat aparat terlena dan merasa bahwa persoalan telah selesai.


Munculnya gebrakan baru ini tentu memunculkan pertanyaan kritis bagaimana upaya pemberantasan narkoba dijalankan pada masa kepemimpinan Kapolri sebelumnya, Jenderal Listyo ?


Pertanyaan ini bukan untuk menafikan berbagai upaya yang mungkin telah dilakukan oleh kepolisian pada masa sebelumnya. Namun, pergantian pimpinan seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi kebijakan dan kinerja yang telah berjalan.


Jika persoalan narkoba masih menjadi ancaman serius, apa yang belum berhasil diselesaikan? Apakah strategi penindakan belum efektif, pengawasan belum optimal, atau terdapat kelemahan dalam membongkar jaringan yang lebih besar?


Evaluasi semacam ini penting agar pergantian pimpinan tidak sekadar menghasilkan pergantian slogan, tetapi juga membawa perubahan nyata dalam strategi pemberantasan narkoba.


Persoalan narkoba bukan persoalan yang dapat diselesaikan melalui operasi besar-besaran dalam waktu singkat. Pemberantasan narkoba membutuhkan konsistensi, pengawasan berkelanjutan, koordinasi antarlembaga, serta evaluasi terhadap hasil yang telah dicapai.


Jangan sampai pada awalnya operasi berlangsung masif, pemberitaan ramai, dan apresiasi mengalir dari berbagai penjuru. Ketika perhatian publik mulai berkurang, intensitas penindakan ikut melemah.


Perang melawan narkoba bukan program musiman dan bukan pula agenda pencitraan pejabat yang baru menduduki jabatan. Narkoba akan terus menjadi ancaman selama jaringan distribusinya masih hidup dan permintaannya tetap ada di tengah masyarakat.


Harus diingat narkoba tidak mengenal batas status sosial, tingkat ekonomi, pendidikan, maupun jabatan seseorang. Orang kaya maupun miskin, masyarakat biasa maupun pejabat, semuanya dapat terjerat dalam persoalan narkoba.


Karena itu, pemberantasan narkoba harus dilaksanakan tanpa pandang bulu. Jangan sampai hukum terlihat begitu keras terhadap pelaku kecil, tetapi kehilangan ketegasannya ketika berhadapan dengan orang yang memiliki kekuasaan, kekayaan, atau kedudukan tertentu.


Jika seorang pengedar kecil dapat diproses secara hukum, bandar besar pun harus menghadapi proses hukum yang sama apabila keterlibatannya terbukti berdasarkan alat bukti yang sah. Di sinilah integritas penegakan hukum diuji. Hukum tidak boleh tunduk kepada kekuasaan, uang, ataupun kepentingan kelompok tertentu.


Bagi penulis, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penangkapan terhadap pemakai dan pengedar di lapangan. Aparat harus mampu mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk pemasok, bandar, aliran dana, dan pihak-pihak yang terbukti memberikan perlindungan terhadap aktivitas peredaran gelap narkotika.


Jika yang ditangkap hanya pelaku di lapisan bawah, sementara jaringan utamanya tetap beroperasi, maka pemberantasan tersebut belum menyentuh akar persoalan. Selain penegakan hukum, upaya pencegahan, pendidikan masyarakat, rehabilitasi bagi mereka yang membutuhkan, dan keterlibatan keluarga juga harus menjadi bagian dari strategi yang menyeluruh.


Sekali lagi bahwa perang melawan narkoba bukan hanya soal seberapa banyak pelaku yang ditangkap, melainkan bagaimana negara mampu mempersempit ruang gerak jaringan narkotika dan mencegah munculnya korban-korban baru.


Bagi penulis, tantangan terbesar Kapolri Suyudi bukan hanya memberantas narkoba di luar institusi kepolisian, tetapi juga memastikan integritas aparat di dalam institusinya sendiri. Tidak boleh ada perlindungan berdasarkan pangkat dan jabatan. Tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan jaringan narkoba.


Sebab, bagaimana mungkin masyarakat diminta percaya terhadap perang melawan narkoba apabila aparat yang seharusnya memberantasnya justru terbukti menjadi bagian dari persoalan tersebut? Membersihkan institusi sendiri merupakan ujian integritas sekaligus kesempatan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.


Pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada laporan keberhasilan operasi dan jumlah barang bukti yang disita. Masyarakat perlu mengetahui sejauh mana penindakan tersebut mampu membongkar jaringan, memutus distribusi, dan mengurangi peredaran narkoba di wilayah-wilayah rawan.


Setiap laporan masyarakat harus ditindaklanjuti secara profesional, sedangkan dugaan penyalahgunaan kewenangan harus diperiksa berdasarkan bukti.


Dalam perspektif penulis, sebuah kebijakan tidak cukup dinilai dari besarnya instruksi atau kerasnya pernyataan pejabat. Kebijakan harus diukur dari pelaksanaan, hasil, dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.


Meskipun kepolisian memiliki peran penting dalam penegakan hukum, pemberantasan narkoba tidak dapat dibebankan kepada institusi kepolisian semata. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus mengambil bagian sesuai dengan peran masing-masing.


Pencegahan perlu diperkuat melalui pendidikan dan penyadaran masyarakat. Orang yang mengalami ketergantungan juga perlu mendapatkan penanganan yang tepat sesuai ketentuan hukum dan kebutuhan rehabilitasinya. Sementara itu, jaringan pengedar dan bandar yang terbukti menjalankan peredaran gelap harus ditindak tegas.


Pertanyaan dalam judul tulisan ini bukan sekadar sindiran terhadap Kapolri Suyudi, melainkan bentuk kritik terhadap kesungguhan negara dalam memberantas narkoba. Apakah perang yang dikumandangkan benar-benar akan dilaksanakan secara konsisten, atau hanya menjadi gegap gempita sesaat yang perlahan kehilangan gaungnya?


Jawabannya tidak ditentukan oleh kerasnya pernyataan Kapolri di hadapan kamera. Jawabannya akan terlihat dari konsistensi operasi, keberhasilan membongkar jaringan besar, ketegasan terhadap aparat yang terbukti terlibat, dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.


Kita tidak perlu terburu-buru menyebut gebrakan ini sebagai keberhasilan besar. Namun, kita juga tidak perlu langsung menilainya sebagai pencitraan. Yang diperlukan adalah pengawasan kritis dan penilaian berdasarkan fakta.


Jika kebijakan ini dijalankan secara konsisten dan menghasilkan perubahan nyata, masyarakat tentu patut memberikan apresiasi. Sebaliknya, apabila hanya ramai pada awalnya lalu berhenti di tengah jalan, kritik publik menjadi bagian penting dari tanggung jawab demokrasi.


Penutup: Narkoba bukan bahan guyonan. Merupakan ancaman serius terhadap masa depan generasi muda, ketahanan keluarga, dan kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, ketika Kapolri mengumandangkan perang melawan narkoba, yang dipertaruhkan bukan sekadar reputasi seorang pejabat, melainkan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan negara melindungi warganya.


Jangan sampai masyarakat kembali menyaksikan pola lama. Operasi besar-besaran pada awalnya, pemberitaan yang menggema, pujian yang mengalir, kemudian perlahan menghilang tanpa kejelasan hasil akhirnya.


Dan yang paling penting, jangan sampai perang melawan narkoba hanya diarahkan ke luar, sementara persoalan integritas di dalam institusi sendiri tidak mendapatkan perhatian yang sama seriusnya.


Pada akhirnya, masyarakat tidak membutuhkan Kapolri yang paling lantang menyatakan perang terhadap narkoba. Masyarakat membutuhkan Kapolri yang mampu membuktikan bahwa perang tersebut benar-benar dijalankan sampai tuntas. (Red)

Oktober 29, 2026

Diduga! Akibat Tidak Masuk Kerja "Sanksi Berat Menanti" 24 Pegawai di Pemkab Lamtim! .

Lampung Timur | Prokontra.news | - Sebanyak 24 pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), Provinsi Lampung, bakal menjalani pemeriksaan terkait dugaan tidak masuk kerja selama 10 hari berturut-turut. Pemeriksaan tersebut dilakukan berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pada Kamis (29/10/2026).


Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Timur, Rustam Effendi, mengungkapkan bahwa dari total 26 pegawai yang terindikasi tidak masuk kerja selama 10 hari berturut-turut, dua orang di antaranya telah diberhentikan. Sementara 24 pegawai lainnya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


"Dari 26 orang yang terindikasi tidak masuk kerja selama 10 hari berturut-turut, dua orang sudah diberhentikan. Jadi, masih ada 24 orang lagi yang akan diperiksa," ungkap Rustam Effendi.


Dia menjelaskan, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah pegawai yang bersangkutan benar-benar tidak masuk kerja atau hanya lupa melakukan absensi.


"Pemeriksaan ini untuk memastikan apakah yang bersangkutan memang tidak masuk kerja atau sebenarnya masuk, tetapi lupa melakukan absensi," jelasnya.


Rustam menegaskan, apabila hasil pemeriksaan membuktikan pegawai yang bersangkutan memang tidak masuk kerja, maka sanksi disiplin berat dapat dijatuhkan sesuai ketentuan yang berlaku.


Pemeriksaan akan dilakukan dengan mempertimbangkan keterangan atasan langsung serta informasi dari lingkungan kerja masing-masing pegawai.


"Kalau berdasarkan pemeriksaan atasan dan keterangan di lingkungan kerjanya terbukti memang tidak pernah masuk selama 10 hari berturut-turut, tentu ada konsekuensi disiplin yang harus diterima," tegasnya.


Dia menambahkan, pegawai yang mengaku masuk kantor tetapi tidak melakukan absensi juga akan diverifikasi kebenarannya. Apabila terbukti tidak hadir, sanksi tetap dapat dijatuhkan sesuai tingkat pelanggaran.


Sementara itu, berdasarkan data awal yang ditangani Inspektorat, sebagian besar yang akan diperiksa diduga berstatus staf. Namun, jika ditemukan pegawai yang menduduki jabatan terbukti melanggar, sanksi penurunan jabatan atau demosi juga dapat dipertimbangkan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam menegakkan kedisiplinan aparatur serta memastikan setiap pegawai menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional dan akuntabel.

 

Pengirim berita: Imannurrohim 

Rabu, 28 Oktober 2026

Oktober 28, 2026

Keluarga Korban Kecelakaan Fatal di Sekampung Lamtim "Minta Mabes Polri Evaluasi Penanganan Perkaranya"!

Lampung Timur | Prokontra.news | -  Keluarga korban kecelakaan lalu lintas yang menewaskan (RCN) di wilayah Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur,Provinsi Lampung, meminta Mabes Polri mengawal sekaligus mengevaluasi penanganan perkara tersebut, sebab keluarga menilai ada sejumlah hal yang perlu penjelasan menyeluruh, mulai dari penanganan Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga status barang bukti kendaraan, pada Rabu (28/10/2026)


Permintaan tersebut disampaikan oleh ibu kandung korban, melalui surat laporan yang ditujukan kepada Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Mabes Polri di Jakarta, adapun tulisan dalam suratnya tersebut, dirinya meminta dilakukan pemeriksaan terhadap jajaran Satlantas Polres Lampung Timur (Lamtim) dan Polsek Sekampung terkait penanganan perkara kecelakaan yang merenggut nyawa anaknya.


Perlu diketahui, kronologi mencatat kecelakaan terjadi pada hari Selasa, 18 Agustus 2026, sekitar pukul 22:00 WIB, di Jalan Raya Sekampung, Desa Sidodadi, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur, Provinsi Lampung, pada saat itu, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario 160 berwarna putih dari arah Sekampung menuju Batanghari, dan diduga menabrak bagian belakang mobil tangki berwarna hijau yang terparkir atau mengalami gangguan di badan/bahu jalan. Kendaraan tersebut disebut mengangkut minyak kelapa sawit mentah atau CPO. 


Kondisi jalan pada saat kejadian disebut gelap dan minim penerangan, sementara keluarga juga mempertanyakan kelengkapan rambu peringatan bagi kendaraan yang berhenti di jalan.


Keluarga korban pun mempertanyakan sejumlah hal dalam proses penanganan perkara. Antara lain alasan pengemudi kendaraan mobil yang sebelumnya disebut ditahan, kemudian dibebaskan, serta informasinya kendaraan mobil tangki yang terlibat hendak dibawa ke bengkel, padahal seharusnya tetap dan masih menjadi barang bukti.


Persoalan lain yang disoroti adalah kondisi muatan CPO pada mobil tangki tersebut, keluarga korban menduga terjadi perubahan kondisi muatan saat kendaraan berada dalam penguasaan kepolisian. Bahkan muncul dugaan adanya pengalihan muatan oleh pihak perusahaan, di mana minyak yang diduga CPO tersebut diambil, namun kemudian disangkal, sebagai BBM. Pihak kepolisian saat memberikan klarifikasi menjelaskan, bahwa yang diamankan itu adalah kendaraannya, bukan muatan di dalamnya.


Keluarga korban menegaskan, mereka  menginginkan kejelasan atas seluruh peristiwa, serta kepastian penanganan perkara berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.


Hingga berita ini diturunkan, keterangan dalam dokumen laporan tersebut, masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada Satlantas Polres Lampung Timur, Polsek Sekampung, maupun pihak-pihak lain yang disebutkan dalam laporan ini. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi demi keberimbangan pemberitaan.


Pengirim berita: Imannurrohim 

Oktober 28, 2026

Diduga! Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Tanggamus "Tidak Paham Tugas dan Pungsi Wartawan"

Tanggamus | Prokontra.news | - Sangat nampak dan jelas sikap tertutup yang ditunjukkan Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Aria Resukia, S.T., M.M., menuai sorotan tajam. 


Pejabat yang semestinya menjadi sumber informasi publik justru dinilai menutup diri dan enggan berkomunikasi dengan wartawan, hal ini memicu dugaan kuat, bahwa ada sesuatu yang sengaja disembunyikan agar tidak diketahui masyarakat/publik.


Sejumlah wartawan/jurnalis/awak media mengaku sangat kesulitan untuk memperoleh keterangan/informasi resmi terkait dugaan penggunaan anggaran ratusan juta rupiah dalam kegiatan Festival Literasi tahun 2026. 


Upaya telah dilakukan awak media ini untuk dapat bertemu langsung guna melakukan konfirmasi agar berimbangan dalam sebuah pemberitaan, namun dihubungi baik melalui Chat WhatsApp, tidak di balas, di Telepon Whatsapp tidak dijawab, pada Rabu 28 Oktober 2026.


Perlu diketahui, "pejabat publik itu digaji dari uang rakyat, bukan untuk bersembunyi dari pertanyaan publik, sikap tertutup Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, ini bukan sekadar persoalan etika komunikasi, tetapi sudah menyentuh aspek akuntabilitas", ucap salah satu wartawan (nama tidak ingin disebutkan) kepada wartawan media ini.


Lebih lanjut, minimnya akses informasi ke publik tentu menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat, ketika pejabat publik memilih bungkam, dan menghindar dari pertanyaan awak media yang ingin disampaikan, tentu ini menjadi sebuah  ruang kecurigaan yang semakin lebar, seharusnya sikap transparansi menjadi prinsip utama dalam pelayanan informasi untuk disampaikan ke publik, dan ini terkesan hanya menjadi slogan tanpa makna, tutupnya.


Selanjutnya, Pengamat Tata Kelola Pemerintahan Daerah menilai, perilaku menghindari wartawan bertentangan dengan semangat keterbukaan informasi publik, dalam praktik pemerintahan modern, komunikasi dengan media merupakan bagian penting dari pertanggungjawaban sebuah kinerja  kepada masyarakat/publik. “Jika tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, mengapa? harus menghindar, padahal keterbukaan informasi akan memperkuat kepercayaan masyarakat/publik,” ucapnya.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Tanggamus, Aria Resukia, S.T., M.M., belum dapat memberikan tanggapan resmi.


Perlu diketahui redaksi media ini tetap membuka ruang kepada pihak-pihak yang dimaksud dalam pemberitaan, untuk dapat memberikan tanggapannya guna kepentingan keberimbangan pemberitaan ke publik.   


Pengirim berita: Tomi Andri 




Oktober 28, 2026

Pemprov Lampung Peringati Sumpah Pemuda ke-98 " Generasi Muda Wujudkan Indonesia Lebih Baik"

Bandar Lampung | Prokontra.news |-  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Award Provinsi Lampung Tahun 2026Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir.Dalam sambutannya, Menpora mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menghidupkan semangat Sumpah Pemuda sebagai landasan dalam membangun Indonesia yang maju, bersatu, dan berkarakter.


Ia mengingatkan bahwa 98 tahun lalu, para pemuda Indonesia telah mengikrarkan janji yang menyatukan perbedaan, menguatkan perjuangan, serta meneguhkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa, yaitu Indonesia.


Menurutnya, kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan, tetapi juga dari kualitas manusia, karakter, kecintaan terhadap tanah air, semangat pantang menyerah, dan kepedulian terhadap sesama.


Oleh karena itu, generasi muda Indonesia diharapkan tumbuh menjadi generasi yang patriotik, gigih, dan berempati.


Sikap patriotik diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata bagi bangsa. Kegigihan tercermin dari kemampuan untuk terus berjuang menghadapi kesulitan dan kegagalan, sedangkan empati ditunjukkan melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan.


"Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," tegasnya.


Menpora juga mengajak generasi muda untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, serta terus berkarya tanpa kehilangan kepedulian terhadap sesama. Generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki keberanian untuk memimpin, tetapi juga kesiapan untuk melayani dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.


"Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia," pesannya.


Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98  tahun 2026 ini, semangat persatuan dan perjuangan generasi muda diharapkan terus menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan serta mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik.


Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menyerahkan penghargaan SAKIP Award Provinsi Lampung Tahun 2026 kepada perangkat daerah berdasarkan hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2025.


Penetapan perangkat daerah penerima penghargaan tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/579/IV.01/HK/2026 tentang Penetapan Perangkat Daerah dengan Nilai Tertinggi dan Nilai Terendah SAKIP di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung Tahun 2025, tertanggal 9 Oktober 2026.


Adapun perangkat daerah yang menerima penghargaan tersebut meliputi:

✓1. Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung sebagai penerima trofi bergilir.

✓2. Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara Provinsi Lampung.

✓3. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Lampung.

✓4. Dinas Sosial Provinsi Lampung.

✓5. Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Lampung.


Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap perangkat daerah berdasarkan hasil evaluasi kinerja instansi pemerintah. Penghargaan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan akuntabilitas, kualitas perencanaan, pelaksanaan program, serta pencapaian kinerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. (ADV)