Breaking news

Kamis, 14 November 2024

November 14, 2024

R2TB Aktif Giat Sosial, KOKO Makin Di Coblos Warga Tubaba

Tulang Bawang Barat|Prokontra.news|- Mendekati / Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati, di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Provinsi Lampung, Relawan Rakyat Tubaba Bersatu (R2TB) pada 27 November 2024 mendatang, terus giat melaksanakan berbagai macam kegiatan sosial penuh peduli bagi warga dan lingkungan. Jum'at, (15/11/ 2024).


Hal yang dilakukan oleh Relawan Rakyat Tubaba Bersatu (R2TB), Team pemenangan Kotak Kosong (KoKo). hal ini berbeda dengan yang lainnya, ini semua dilakukan oleh R2TB dengan semangat perjuangan dan kebersamaan, kali ini melakukan kerja bakti bersama - sama, di Area Lapangan Alun - Alun Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten setempat.


Giat tersebut dimaksud, guna dalam persiapan Team KoKo, rencananya akan menggelar senam Massal bersama Ribuan Masyarakat Tubaba, khususnya warga di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, pada Hari Sabtu tanggal 23 September mendatang. 


Dikatakan Rodi Yanto, selaku Team Pemenang KoKo mengatakan. Kerja bakti oleh team Koko hari ini merupakan bentuk kebersamaan relawan bersama masyarakat demi tegaknya keadilan demokrasi yang berdaulat, ucap Rodi saat dijumpai dilokasi, pada hari Jum'at, (15/11/ 2024).


“ Pada hari Sabtu, 23 November 2024 mendatang, kita akan menggelar senam massal bersama masyarakat, dengan maksud selain memupuk tali silaturahmi antar sesama, senam sehat dan kebugaran juga penting untuk kesehatan, karna badan/tubuh yang sehat, akan menghasilkan pikiran - pikiran yang sehat untuk menentukan masa depan bersama yang terbaik ".


Lanjut rodi, giat senam massal ini, pihaknya akan menyediakan sejumlah 1000 kupon dengan berbagai Doorprize diantaranya, Mesin Cuci, Sepeda, Kipas angin, hingga ratusan lainnya yang telah disiapkan oleh panitia,  jelasnya. 


“ Untuk sumber dana kegiatan itu berasal dari sumbangan sukarelawan dan masyarakat yang mendukung perjuangan demi tegaknya demokrasi di Tubaba, yang selama ini hendak dikuasai oleh kelompok - kelompok tertentu dengan mengesampingkan rasa keadilan ".


Pengirim berita : (Robensyah)

November 14, 2024

Respon Cepat Dinas P2PA dan LPM Tubaba, Ini Beritanya..!


Tulang Bawang Barat|Prokontra.news|- Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (P2PA) Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung, untuk meminta bantuan hukum terhadap anak sekolah yang telah menjadi korban pemerasan oleh Oknum Security Destinasi Wisata Islamic Center beberapa waktu lalu, hari Kamis (14/11/2024).


Kedatangan LPM Tubaba tersebut, pasca kejadian pemerasan terhadap korban anak sekolah hingga menimbulkan traumatik yang membuat yang bersangkutan merasa tidak aman dan nyaman.


Pantauan awak media hal itu, terlihat jelas saat bertemu dan melihat langsung keadaan korban. atas dasar keprihatinan tersebut maka LPM Tubaba mengajukan permohonan perlindungan hukum untuk korban pemerasan di Islamic Center Tubaba.


Terkait peristiwa yang dialami anak sekolah tersebut, yang bersangkutan yang sudah melaporkan hal yang menimpa dirinya, lalu awak media mengkonfirmasi Ibu Munyati selaku Kapala Dinas P2PA , dirinya menjelaskan.


" Benar saya sudah terima surat untuk meminta Bantuan Hukum dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabupaten Tulang Bawang Barat, Surat akan Saya serahkan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang ada di Kabupaten Tubaba, karena kita ada MOU dengan LBH, dan tentunya tindakan yang tidak baik ini harus diberantas habis ".


Lanjutnya, jangan sampai ada lagi anak sekolah menjadi korban, kasus ini harus kita tindak habis, kita akan upayakan cara terbaik, untuk supaya Islamic Centre, bisa aman untuk kedepannya jangan sampai ada korban lagi dan korban lagi, tegas Kadis Munyati.


Ditempat yang sama Ahmad Jihad selaku Ketua Harian Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM ), Kabupaten Tubaba, dirinya mengatakan, kami dari DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Tubaba meminta bantuan secara hukum terhadap dua orang, atas kejadian pemerasan di Islamic center yang berkaitan dengan anak Sekolah, tempat kejadiannya itu di Islamic Center dan itu adalah Icon Kabupaten Tubaba, terangnya kepada awak media, Kamis (14/11/2024).


Dilanjutkan Ahmad Jihad, khusus untuk urusan tempat kejadian di Destinasi Wisata Tubaba, ini harus ada pembenahan yang sebenarnya, agar kedepannya tidak ada permasalahan seperti ini terjadi, yang mengakibatkan telah mencoreng nama baik Icon Destinasi Wisata yang ada di Kabupaten Tubaba, maka diharapkan harus tegas untuk mengambil tindakan, demi menjaga nama baik Kabupaten yang dikenal sebutan Bumi Ragem Sai Mangei Wawai yang kita cintai bersama ini, tegas, Ahmad Jihad. 


Pengirim berita : (Robensyah)

Rabu, 13 November 2024

November 13, 2024

R2TB Semarak Kotak Kosong, Hadirkan DJ Meme BMP, Bertabur Door Prize

Tulang Bawang Barat|Prokontra.news|– Menyambut Pilkada Serentak 2024 yang akan digelar pada 27 November mendatang, Relawan Rakyat Tubaba Bersatu (R2TB) Kabupaten Tulang Bawang Barat akan mengadakan kegiatan Jalan Sehat dan Senam Demokrasi sebagai bagian dari Pesta Rakyat. 


Dikatakan, Ketua R2TB Junaidi Farhan bahwa Acara ini dirancang untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan antusiasme masyarakat dalam menyongsong pesta demokrasi yang akan datang, ucapnya kepada awak media ini pada, Rabu (13/11/2024).


Kegiatan Jalan Sehat dan Senam Demokrasi ini akan dilaksanakan di Lapangan Merdeka, Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat(Tubaba), Provinsi Lampung,  pada hari Minggu 17 November 2024.


Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memupuk semangat demokrasi serta mengajak masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam proses pemilihan kepala daerah.


Selain kegiatan olahraga, acara ini juga akan di meriahkan oleh sederet artis ibu kota yakni DJ Meme BMP, Embi Pus Pus, Keke dan Okta serta pembagian door prize hadiah jutaan rupiah.


kegiatan itu akan diisi dengan edukasi tentang pentingnya Pilkada yang bersih dan transparan. Semua warga Kabupaten Tulang Bawang Barat diundang untuk turut serta memeriahkan kegiatan ini.


Dengan penuh semangat perjuangan, kebersamaan dan persatuan, R2TB (Relawan Kotak Kosong) mengajak seluruh lapisan masyarakat Tubaba untuk hadir, berpartisipasi, dan menyuarakan semangat demokrasi dalam Pesta Rakyat ini. " Mari kita sukseskan Pilkada Serentak 2024 ".


Pengirim berita : (Robensyah)

November 13, 2024

Kegiatan R2TB Disambut dan Dicintai Warga Tubaba, Siap Menangkan Kotak Kosong


Tulang Bawang Barat|Prokontra.news|- Relawan Rakyat Tubaba Bersatu (R2TB) lawan, coblos dan Menangkan Kotak Kosong No urut 2, menggelar mancing bareng bersama masyarakat di Lingkungan 5 Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, pada Rabu (16/11/2024/

Seluruh masyarakat yang hadir nampak antusias dengan kegiatan yang diinisiasi oleh R2TB. Satu per satu warga yang hadir menyuarakan kotak kosong No urut 2 menang di pemilihan Bupati Tubaba 27 November 2024 mendatang.


Bpk Ersan salah satu di antara masyarakat yang hadir, menyebut dirinya sangat mengapresiasi agenda mancing bareng R2TB, ucapnya.


Menurutnya kegiatan ini sangat positif karena bisa menjadi hiburan, khususnya bagi masyarakat kecil.


"Kegiatan yang diinisiasi para R2TB sangat luar biasa ya. Semua masyarakat yang datang sangat bahagia. Kita jadi lupa masalah-masalah yang sedang kami miliki,” ujar Ersan, Rabu (16/11/2024).


Diakui oleh Ersan, dirinya sangat takjub dan takjub terhadap relawan kotak kosong yang ikut berbaur dan melebur bersama masyarakat untuk memperjuangkan nasib demokrasi di Kabupaten Tubaba, terangnya.


"Relawan Rakyat Tubaba Bersatu (R2TB) kompak, turun langsung untuk memberikan arahan dengan masyarakat kecil di lingkungan 5 Kelurahan Daya Murni," tutur Ersan.


Hal tersebut membuat Ersan semakin yakin bakal mendukung penuh untuk kemenangan Kotak Kosong No urut 2, di Pilkada Tubaba 2024.


"Insya Allah kami semua siap  mendukung penuh Kotak Kosong sampai menang," pungkasnya.


Pengirim berita : (Robensyah)

Selasa, 12 November 2024

November 12, 2024

Orang Tua Korban Tidak Terima Anaknya Diperas, Pak Polisi Pelaku Harus Diproses Hukum

Tulang Bawang Barat|Prokontra.news|- Terkait menindak lanjuti viral nya berita, diduga Oknum Security melakukan pemerasan terhadap Wisatawan dari luar daerah yang terhadap Korban  berinisial (M) tersebut, ternyata statusnya seorang pelajar dan usianya dibawah umur, para awak media  mendatangi Rumah Ngadiman Orang Tua Korban Pemerasan yang bertempat tinggal di Kampung Purwanegara, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, pada Kamis (13/11/2024).


Bpk Ngadiman Orang Tua Kandung (M), Korban pemerasan di Islamic Senter Tubaba tersebut, saat Konfirmasi awak media di rumahnya, mengatakan, saya selaku orang tua Kandung Korban, tidak terima atas peristiwa yang menimpa Anak Kandung saya, hingga menjadi Korban Pemerasan oleh Oknum Security itu, saya mengharapkan dan Memohon kepada Aparat Penegak Hukum menindak lanjuti secara tegas, Khususnya Kepolisian Kabupaten Tulang Bawang Barat, oknum Scurity tersebut dapat segara ditindak lanjuti sampai pelaku itu mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan yang telah mereka perbuat kepada anak saya, karena anak saya itu masih sekolah dan masih anak- anak, pinta Ngadiman.


" Tentu sebagai orang Tua Ayah Kandung (M), saya tidak terima Atas perbuatan yang dilakukan Oknum Scurity Islamic itu, yang telah memeras anak yang masih sekolah, dan saya mohon Kepada pak Polisi dapat menindak lanjutinya secara tegas, agar para pelaku tersebut diproses sesuai aturan hukum yang berlaku ".


Selanjutnya, Bpk Husin selaku Paman korban (M) yang mendampingi Ngadiman kakaknya, dirinya  menyatakan bahwa keponakannya itu masih sekolah kelas tiga SMA usia masih dibawah umur, kami sebagai keluarga menginginkan para pelaku tersebut dibuat jera atas perbuatan telah memeras ponakan kami, tegasnya.


Ditambah Husin, pelaku pemerasan itu harus diproses hukum untuk dapat  mempertanggung jawabkan perbuatannya, meraka itu telah memeras anak ponakan saya, yang jelas kami keluarga ini, tidak terima anak ponakan kami ini diperas pak, jujur saja uang yang diperas dari tangan ponakan kami itu, uang untuk biaya sekolahnya, kami ini orang susah pak, cari uang itu kakak saya pak Ngadiman ini, sampai jual Kambing untuk biaya sekolah anak anak ponakan saya itu, atas kejadian ini kami selaku keluarga korban, jelas terpukul dan tidak terima, kami meminta pelaku itu harus diproses hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku pak, harapnya 


Pengirim berita : (Robensyah)

November 12, 2024

Pemdes Penyandingan Ogan Ilir Salurkan BLT-DD Untuk Warga


Ogan Ilir|Prokontra.news|-Pemerintah Desa (Pemdes) Penyandingan, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2024, tahap empat (4) kepada dua puluh tujuh (27) keluarga penerima manfaat (KPM) di kantor desa setempat, pada Senin (11-11-2024)

Kepala Desa (Kades) Penyandingan Yusman, saat dijumpai awak media ini, mengatakan, adapun batuan langsung tunai yang disalurkan kemarin kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar sembilan ratus ribu (900.000) untuk tiga bulan terhitung dari Bulan Oktober, November dan Desember tahun 2024, jelasnya. 

Dilanjutkan, menurut dirinya dengan telah disalurkannya BLT-DD tahap empat (4) tadi maka sudah selesai direalisasikan semua, mulai dari Bulan Januari hingga Desember tahun 2024, ucap Kades Yusman.


Lebih lanjut, kita sangat bersukur kerena BLT tahun 2024 sudah disalurkan semua kepada (KPM). dan  kita sampaikan juga kepada masyarakat untuk kedepan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2025 belum tahu masih ada atau tidak, untuk BLT-DD tersebut, karena belum ada aturan, imbuh Kades Yusman.


Dan Jika nanti masih ada untuk BLT-DD ini, di tahun depan, bagi  yang saat ini sudah mendapat BLT-DD belum tentu tahun 2025 mendapat lagi, bagi KPM jangan terlalu menjadi harapan, karena tidak pasti, dan nanti juga mungkin masih ada yang lebih pantas lagi untuk mendapatkan BLT-DD tersebut, urai Kades Yusman.


Ikut hadir dalam acara penyaluran BLT-DD tersebut, Pihak dari Kecamatan, Perangkat Desa dan BPD Bhabinkamtibmas dan Para Tamu Undangan.


Pengirim berita : (Aprianto)

Senin, 11 November 2024

November 11, 2024

Pjs. Bupati Kurniawan Abadi Hadiri Rakornas di Jabar 2024

Ogan Ilir|Prokontra.news|-Pjs Bupati Ogan Ilir Bapak Kurniawan Abadi., S.E., M.M., didampingi Kepala Perangkat Daerah Terkait hadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan tema “Implementasi Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”. Bertempat di Sentul International Convention Center (SICC) Sentul Jawa Barat. Kamis (07/11/2024).

Acara ini dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto. 


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi digelarnya Rakornas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang diinisiasi Menteri Dalam Negeri RI ini. “Saya sangat menghargai langkah ini, karena ini bisa dikatakan adalah kesempatan pertama saya untuk bicara dengan seluruh pengambil keputusan di Republik kita,” ungkap Presiden Prabowo.


Sebagai Informasi, Rakornas ini menjadi momentum penting dalam menindaklanjuti visi Presiden RI mengenai Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan prinsip gotong royong. Acara ini mengumpulkan berbagai elemen pemerintahan pusat dan daerah untuk membahas isu-isu strategis dalam pengelolaan pemerintahan yang dapat mempercepat pencapaian Indonesia Emas 2045.


Pjs. Bupati OI Bapak Kurniawan Abadi mengatakan " Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Ilir siap dan berkomitmen untuk mengikuti instruksi dari Presiden RI Bapak Prabowo Subianto melalui langkah-langkah strategis untuk mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai negara maju pada 2045.


Pengirim berita : (Aprianto).

November 11, 2024

Ada Apa..! Pemkab Tubaba Diminta Non Aktifkan Tenaga Security di Islamic Canter Tubaba

Tulang Bawang Barat|Prokontra.news|-Informasi dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum pengelola keamanan (Security) Islamic Canter Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terhadap wisatawan luar daerah menuai sorotan publik.


Tak ingin ketinggalan, Paisol, salah satu Tokoh Masyarakat Tubaba juga ikut melontarkan komentar mengenai perkara yang dinilai telah mencoreng marwah daerah dengan julukan Ragem Sai Mangi Wawai, pada Senin (11/11/2024)


Menurut Paisol, mengenai insiden dugaan pemerasan itu, bukan hanya pihak Kepolisian. Melainkan,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tubaba juga harus mengambil tindak tegas dalam menangani persoalan tersebut.


"Informasi dugaan pemerasan itu disertakan alat bukti yang cukup kuat,  menurut saya Pemkab Tubaba juga harus ikut ambil tindakan bukan hanya pihak Kepolisian saja," ujar Paisol dengan nada geram 


Lanjut, Eks Anggota DPRD Tubaba 3 Periode itu juga menyampaikan, dirinya menyarankan Pemkab setempat dapat memberhentikan seluruh Security yang bertugas di Islamic Canter Tubaba dan melimpahkan tugas dalam menjaga keamanan kawasan Islamic Canter terhadap pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), tegasnya.


Masih Paisol, saran yang diberikannya itu tentunya memiliki dasar yang positif. Yakni, selain dapat menghemat Anggaran Pemasukan dan Belanja Daerah (APBD) Tubaba, pemberhentian itu tentunya dapat mengurangi kegelisahan masyarakat ataupun wisatawan dalam berkunjung ke salah satu lokasi destinasi wisata terbaik di Tubaba itu.


"Saran saya tenaga Security diberhentikan saja, cukup Pemkab tugaskan Satpol-PP untuk menjaga keamanan Islam Canter Tubaba," tandas Paisol.


Pengirim berita  : ( Robensyah)

November 11, 2024

Lapor Polisi..! Wisatawan Tubaba Asal Way Kanan, ini Beritanya..!


Tulang Bawang Barat|Prokontra.news|-Niat hati berwisata untuk menikmati waktu luang , warga asal Kabupaten Waykanan diduga jadi korban pemerasan oknum penjaga keamanan (Security ) Islamic Canter di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).


Diketahui, insiden dugaan pemerasan terhadap seorang pemuda asal Kabupaten Way Kanan (Munir) itu terjadi pada Rabu, 30 Oktober, 2024 lalu.


Kepada Wartawan, Munir mengatakan, kejadian yang menimpanya itu bermula pada saat dirinya bersama pasangannya (Pacar) sedang menikmati keindahan destinasi wisata Islamic Canter Tubaba.


Layaknya wisatawan seperti biasanya, Munir memanfaatkan momentum indah itu dengan cara berfoto selfie bersama sang pacar. Kemudian, dirinya didatangi oleh beberapa oknum Security yang tiba-tiba menudingnya sedang melakukan tindakan tak senonoh (Mesum).


“Saya lagi foto-foto sama pacar saya. Terus, tiba-tiba saya malah dibilang mesum sama satpam itu,” Ujar Munir, pada Senin, (11/11/2024).


Lanjut dia, pasca dituding melakukan mesum, dirinya langsung digiring beberapa oknum Security tersebut kedalam posko keamanan dengan dalih untuk dilakukan pemeriksaan.


Setibanya di Posko Keamanan, Munir mengaku dirinya diminta oleh Oknum Security untuk menyiapkan uang sekitar Rp 9,5 juta rupiah sebagai tanda damai. Namun setelah bernegosiasi, dirinya hanya menyanggupi sebesar Rp  1,5 juta rupiah dengan cara ditransfer ke rekening salah satu Oknum Security Islamic Canter Tubaba tersebut.


“Awalnya minta Rp 9,5 juta, tapi saya transfer cuma Rp 1,5 juta,” ujar Munir.


Merasa tak terima, berdasarkan pantauan awak media, Munir yang turut didampingi salah satu Pejabat Pemkab Tubaba itu resmi melaporkan kejadian itu ke pihak Kepolisian Polres setempat dengan harapan, pihak berwajib segera melakukan tindakan tegas terhadap para terduga pelaku.


“Sudah laporan harapnya, ya supaya pelakunya cepat ditangkap supaya jera,” Sambung Munir.


Disisi lain, Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Tubaba, Iptu Tosira, membenarkan adanya laporan perkara tindakan pidana pemerasan tersebut. Serta, menanggapi hal itu pihaknya juga akan segera melakukan penyelidikan mendalam.


Ya, Benar kita sudah terima laporan. Kami (Kepolisian Polres Tubaba) akan segera menindaklanjutinya serta akan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terlibat menurut laporan korban, terang IptuTosira.


Pengirim berita : 

( Robensyah)

Minggu, 10 November 2024

November 10, 2024

Soal Pelanggaran Kampanye Hangatkan Pilkada Lampura, Ketua Bawaslu Nyatakan Tidak Terbukti

Lampung Utara|Prokontra.news|- Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Lampung Utara menghentikan laporan proses penanganan dugaan pelanggaran tindak pidana pemilihan.


Laporan nomor : 002/Reg/LP/PB/Kab/08.07/X/2024 tanggal 27 Oktober 2024 atas nama pelapor MF kuasa hukum paslon bupati dan bupati nomor urut 02 Ardian Saputra - Sofyan dengan terlapor M.


" Laporan tersebut tidak memenuhi unsur dugaan tindak pidana pemilihan, dan tidak cukup alat bukti sebagai pelanggaran dugaan tindak pidana pemilihan," kata Ketua Bawaslu Lampung Utara, Putri Intan Sari di dampingi Kordiv PP, unsur Kepolisian dan Kejaksaan saat menggelar Konferensi Pers di sekretariat Sentra Gakumdu setempat. Jumat, (1/11/2024).


Dijelaskannya, pada hari Jumat (25/10/2024) yang lalu Bawaslu Lampung Utara menerima laporan dari pelapor atas nama MF dan RK selaku kuasa hukum paslon nomor urut 02. 


Laporan tersebut lanjut dia menyampaikan tentang adanya video salah satu tim kampanye atas nama M yang secara sengaja menghasut warga untuk memilih salah satu paslon nomor urut 01. 


Dimana dalam video tersebut, Terlapor menyatakan apabila pasangan calon nomor urut 01 tidak menang maka program bantuan pusat dihentikan.


" Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 22 Oktober 2024 tepatnya di desa Sabuk Empat dusun 2 kecamatan Abung Kunang. Dari laporan tersebut kami (Gakkumdu) melakukan serangkaian kegiatan yakni Rapat Pleno serta kajian awal," jelasnya.


Kemudian terang dia, Berdasarkan fakta dan keterangan yang didapat dari proses penanganan pelanggaran terhadap pelapor, terlapor, saksi pelapor saksi pengawas, pemilik rumah, pihak terkait serta saksi ahli bahasa dari balai bahasa provinsi Lampung, saksi ahli pidana dari universitas Bandar Lampung serta saksi ahli IT dari IIB Darmajaya Bandar Lampung.


Selain itu pula, telah dilakukan pembahasan bersama Sentra Gakkumdu kabupaten Lampung Utara menyimpulkan laporan nomor : 002/Reg/LP/PB/Kab/08.07/X/2024 tanggal 27 Oktober 2024 tidak memenuhi unsur dugaan tindak pidana pemilihan.


" Laporan tidak cukup alat bukti sebagai pelanggaran dugaan tindak pidana pemilihan dan menghentikan laporan proses penanganan pelanggaran tindak pidana pemilihan," tukasnya.


Pengirim berita : (Isti/Lal)