Jumat, 27 Februari 2026
Penuh Haru ! Bupati Panca Wijaya Akbar Hadiri Pisah Sambut Kajari Ogan
Selasa, 24 Februari 2026
Wabup Nadirsyah Safari Ramadhan di Masjid Al-Badarrahman Tiyuh Gedung Ratu
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin Pemerintah Kabupaten Tubaba dalam rangka mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat berbagi di bulan suci Ramadan. Turut hadir jajaran pemerintah daerah, Ketua DWP Tubaba, aparatur tiyuh, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat kepedulian sosial.
“ Ramadhan akan lebih sempurna apabila kita saling memaafkan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Amanah yang kami emban hari ini adalah kepercayaan dari masyarakat Tulang Bawang Barat, dan tentu harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan sedekah dalam Safari Ramadan kali ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, serta para mitra dan donatur. Menurutnya, semangat berbagi tidak boleh berhenti hanya di bulan Ramadan, tetapi harus menjadi gerakan sosial berkelanjutan.
“ Sedekah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah. Ini adalah gerakan bersama. Siapa pun yang memiliki kelebihan rezeki, mari kita peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar,” katanya.
Dalam dialog bersama masyarakat, sejumlah aspirasi turut disampaikan, di antaranya terkait pembangunan masjid dan kondisi infrastruktur jalan di wilayah Gedung Ratu.
Wakil Bupati menegaskan bahwa usulan pembangunan masjid menjadi kewenangan pengurus masjid dan pemerintah tiyuh, sementara pemerintah daerah siap memberikan dukungan sesuai mekanisme yang berlaku. Terkait kondisi jalan yang licin saat musim hujan, ia memastikan bahwa persoalan tersebut telah menjadi perhatian pemerintah daerah.
“ Insya'allah, minimal tahun ini akan dilakukan perbaikan agar jalan tidak lagi membahayakan masyarakat. Ini sudah menjadi atensi khusus dan telah kami komunikasikan dengan dinas terkait serta DPRD,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, Pemkab Tubaba juga mendorong gerakan kepedulian lingkungan melalui pengelolaan sampah plastik berbasis sedekah. Nadirsyah mencontohkan keberhasilan pembangunan kubah masjid di wilayah Panaragan Jaya Utama, yang didanai dari hasil pengumpulan sampah plastik warga.
“ Sampah plastik memiliki nilai ekonomis jika dikelola bersama. Selain bernilai sedekah, gerakan ini juga membersihkan lingkungan. Dua manfaat sekaligus, ibadah dan menjaga bumi yang kita wariskan kepada generasi mendatang,” ungkapnya.
Ia mengajak kelompok pengajian dan seluruh lapisan masyarakat untuk mulai mengumpulkan sampah plastik dengan niat sedekah sekaligus meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.
Sementara itu, Plt. Camat Tulang Bawang Udik, Ashari, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat atas terselenggaranya Safari Ramadan di wilayahnya.
“ Kami merasa bangga dan bahagia karena Kecamatan Tulang Bawang Udik dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Safari Ramadan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendukung program pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurut Ashari, dengan mengusung tema “Ramadan Bersedekah”, kegiatan ini diharapkan membawa keberkahan bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa sebanyak 130 lansia dari 13 tiyuh menerima paket bantuan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.
“ Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para lansia dan semakin mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.
Ashari juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat ukhuwah.
“ Kami siap mendukung program-program pemerintah daerah demi kemajuan Tulang Bawang Udik dan Kabupaten Tulang Bawang Barat secara keseluruhan,” terangnya.
Melalui Safari Ramadan ini, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), berharap semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kesadaran menjaga lingkungan dapat terus tumbuh demi terwujudnya Tubaba yang religius, asri, dan berkelanjutan, tutupnya. (Red)
Pemkab Ogan Ilir Terima LHP BPK Provinsi Sumsel
Untuk diketahui, penyerahan LHP tersebut berlangsung di Kantor BPK Perwakilan Sumatera Selatan, Palembang, dan dihadiri langsung oleh Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, S.H., M.Si., M.I.Kom., bersama Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir Edwin Cahya Putra, S.IP.Laporan hasil pemeriksaan ini merupakan evaluasi menyeluruh terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dalam melaksanakan program penuntasan TBC, yang hingga kini masih menjadi salah satu penyakit menular prioritas nasional. Pemeriksaan difokuskan pada penilaian efektivitas pemerintah daerah dalam meningkatkan penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, serta pencegahan penularan TBC di masyarakat.
BPK memberikan beberapa rekomendasi strategis kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, antara lain peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan, serta penguatan sistem pengawasan dan evaluasi program TBC, khususnya pada dinas teknis yang membidangi kesehatan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BPK atas masukan serta rekomendasi yang disampaikan melalui Laporan Hasil Pemeriksaan tersebut, ucapnya.
Rekomendasi ini akan kami jadikan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan dalam rangka meningkatkan kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam upaya penuntasan penyakit Tuberculosis (TBC), ujar Bupati.
Bupati juga berharap sinergi dan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dan BPK Perwakilan Sumatera Selatan dapat terus terjalin dan ditingkatkan, guna mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih baik serta pelayanan kesehatan masyarakat yang optimal, tutupnya.
Pengirim berita : (Aprianto)
Wabup H. Ardani Pimpin Rapat Forum Konsultasi Publik Pembahasan Rancangan Awal RKPD 2027
Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani menyampaikan " Rapat ini di selenggarakan sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menghimpun masukan, saran, serta aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan guna menyempurnakan arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah." Rancangan Awal RKPD Tahun 2027 diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan Kabupaten Ogan Ilir, memperkuat kualitas pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan ".
Wakil Bupati menambahkan, Rapat Forum Konsultasi Publik Pembahasan Rancangan Awal RKPD Tahun 2027 menjadi dokumen perencanaan yang responsif, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, imbuhnya.
Selanjutnya, melalui Forum Konsultasi Publik ini, terbangun sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Ogan Ilir yang maju, mandiri, dan berkelanjutan, tutupnya.
Pengirim berita : (Aprianto)
Senin, 23 Februari 2026
Porsi MBG Dikeluhkan ! Para Wali Murid SDN 03 Tuba Udik Tubaba
Untuk diketahui, keluhan ini mencuat pada saat hari Senin 24 februari 2026, ketika siswa-siswi membawa pulang paket makanan kering, yang diklaim sebagai jatah selama tiga hari di tengah Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M
Kepada media ini sejumlah wali murid (identitasnya dirahasiakan), mereka mengungkapkan rasa kecewa setelah melihat isi paket makanan tersebut, sebab menurut mereka, kuantitas dan kualitas menu yang diberikan sangat jauh dari harapan untuk mendukung pemenuhan gizi anak - anak, terangnya.
Lebih lanjut, Ya anak kami pulang membawa jatah untuk tiga hari, isinya cuma: 4 butir kurma, 1 buah Pir, 1 kotak susu, 1 buah jeruk, 2 bungkus roti, tentu secara nalar, kami menilai jatah porsi ini tak wajar jika disebut sebagai jatah untuk tiga hari, bahkan juga tidak ada telur, jelas ini tidak sesuai dengan ketentuan anggaran yang ada,” jelasnya .
Para orang tua siswa-siswi tentu membandingkan dengan kondisi sebelumnya, sebab sebelum Ramadhan siswa mendapatkan nasi beserta lauk-pauk lengkap setiap hari, sistem yang diubah menjadi paket “ makanan kering ” untuk tiga hari sekali, dan ini dinilai sebagai penurunan kualitas yang sangat signifikan, paparnya.
Pihak guru SDN 3 Tulang Bawang Udik, ketika dijumpai dan dikonfirmasi awak media, membenarkan bahwa paket yang dibawa pulang oleh siswa-siswi tersebut, memang merupakan distribusi jatah makanan bergizi untuk jangka waktu tiga hari, " Iya benar, itu untuk jatah selama tiga hari " terangnya.
Selain pitu, tentu kondisi ini memicu kekhawatiran para orang tua siswa-siswi, bahwa program strategis pemerintah pusat ini bisa terhambat atau menyimpang di tingkat pelaksana, kami para wali murid mendesak Pemerintah Daerah Tulang Bawang Barat (Tubaba) dan instansi terkait untuk melakukan audit serta evaluasi terhadap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut.
Lebih lanjut, tentu kami berharap kepada pemerintah daerah segera turun tangan mengevaluasi pihak penyelenggara, jangan sampai program pemerintah pusat, Presiden Prabowo Subianto ini dirusak oleh oknum yang mencari keuntungan dengan mengurangi hak gizi anak-anak kami,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, wartawan media ini terus berusaha untuk konfirmasi kepada pihak penyelenggara program MBG-SPPG di wilayah Kecamatan Tulang Bawang Udik belum dapat bertemu, untuk memberikan keterangan resmi terkait perubahan menu menjadi paket kering serta besaran standar biaya per-porsi yang diterapkan di lapangan.
Pengirim berita : (Robensyah
DPD Bara JP Lampung : Ada Apa? Inspektorat Lamtim "8 Bulan Laporan Tanah Mandek"
Mewakili organisasi, Ahmad Manarul, S.H., Wakil Sekretaris DPD Bara JP Lampung, menyatakan bahwa laporan itu bukan sekadar isu, melainkan telah masuk ke ranah penegakan hukum dan ditindaklanjuti secara administratif oleh aparat terkait.
“Bara JP secara resmi melaporkan dugaan penggelapan hasil aset desa ini. Kami membawa data dan dokumen. Ini menyangkut uang rakyat dan aset desa, bukan persoalan kecil,” tegasnya pada Senin (23/2/2026).
Ahmad Manarul juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima surat resmi dari Kejaksaan Negeri Lampung Timur tertanggal 3 Juni 2025 yang ditujukan kepada Inspektur Kabupaten Lampung Timur.
Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa laporan dugaan tindak pidana korupsi penggelapan hasil aset desa harus terlebih dahulu ditindaklanjuti oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) sesuai mekanisme koordinasi antara APIP dan Aparat Penegak Hukum (APH), sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan, termasuk Pasal 385 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Berdasarkan isi surat tersebut, jika hasil pemeriksaan APIP menemukan penyimpangan yang bersifat administratif, maka proses penyelesaiannya diserahkan secara internal. Namun apabila ditemukan unsur pidana dan adanya kerugian negara, maka perkara dapat dilimpahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses lebih lanjut.
Lebih lanjut, dalam surat itu juga dijelaskan adanya dugaan pengelolaan tanah bengkok seluas kurang lebih 25 hektare yang disewakan selama bertahun-tahun, dengan nilai yang disebut-sebut mencapai miliaran rupiah. Dugaan sementara, hasil sewa tersebut tidak sepenuhnya masuk dalam pengelolaan keuangan desa sebagaimana mestinya.
“Artinya, secara hukum mekanismenya sudah jelas. Kejari sudah bersurat, APIP wajib memeriksa. Tapi sampai hari ini belum ada kejelasan hasil pemeriksaan. Ini yang membuat publik bertanya-tanya,” ujar Ahmad Manarul.
Ia menegaskan bahwa Bara JP akan terus mengawal proses tersebut hingga ada kepastian hukum yang transparan dan akuntabel.
“Kami tidak ingin ada kesan pembiaran. Jika memang tidak ada pelanggaran, sampaikan ke publik. Jika ada pelanggaran, proses sesuai hukum yang berlaku. Jangan menggantung delapan bulan tanpa kepastian,” tandasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Inspektorat Kabupaten Lampung Timur maupun Pemerintah Desa Tanjung Intan belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam surat Kejari tersebut.
Masyarakat kini menanti langkah tegas dari lembaga pengawas internal pemerintah demi menjaga integritas pengelolaan aset desa dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di daerah.
Pengirim berita :(Iman/Eduardo)
Suami Korban Minta Bantuan Ketua IWO Lamtim Pelaku Rudapaksa di Proses Hukum
Namun Ironis meskipun hal tersebut telah di Laporkan ke Mapolres Lampung Timur telah berjalan berbulan bulan namun diduga belum ada perkembangan dalam penanganan kasus tersebut.Hal itu terungkap saat warga Desa Sukadana Baru, Dusun Gerem, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, mendatangi kediaman Azohirri selaku Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Lampung Timur guna meminta tolong membantu persoalan yang di alami keluarganya.
" Saya datang kesini untuk meminta tolong terhadap Azohirri selaku Ketua Iwo, agar bisa membantu mengurus persoalan yang menimpa istri saya" ucapnya pada Senin 23 februari 2026.
"Kejadian itu terjadi hari Minggu 6 juli tahun 2025, saat saya masih memotong kayu bakar di tempat bos saya kerja", imbuhnya.
" Menurut Istri saya, dia ditarik secara paksa pahanya di pukul pake golok,dan celananya di tarik serta mulutnya di bekap",
Setelah saya mendapatkan keterangan dari istri pada tanggal 22 juli 2025, saya langsung melapor ke Polsek guna menemui Bhabinkamtibmas, lalu Bhabinkamtibmas mengarahkan ke Mapolres untuk membuat laporan ", terangnya.
" Namun setelah Laporan, itu saya di panggil 3 sampai 4 kali, selanjutnya belum ada perkembangan lagi",
Selain itu dia juga berharap kepada Ketua IWO Azohirri bisa mendampingi pelapor agar pelaku bisa segera ditangkap dan diadili sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku.
Disisi lain Ketua Azohirri menyayangkan lambatnya penanganan hukum yang ada di Mapolres Lampung Timur
" Kami sangat menyayangkan apabila persoalan ini tidak segara diproses, yang dikhawatirkan akan timbul persoalan - persoalan baru, maka dari itu kami meminta agar Ibu Kapolres Lamtim, segera memerintahkan para anggotanya segera mungkin untuk menangkap pelaku " , ucapnya.
Pengirim berita : (Eduardo/Iman)
Wabup Nadirsyah Sambut Safari Ramadhan Ketua DPRD Provinsi Lampung di Tubaba
Rombongan Pemerintah Provinsi dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, S.E., M.B.A., yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Ketua III DPRD Lampung, Maulidah Zauroh, MA.Pd. Kehadiran tim disambut hangat oleh Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, beserta jajaran Forkopimda setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nadirsyah menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran Pemprov Lampung. Ia menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan untuk menyelaraskan program pembangunan daerah.
"Kehadiran Bapak dan Ibu dari Provinsi merupakan kehormatan bagi kami. Ini adalah momentum penguatan sinergi agar program-program pemerintah dapat menyentuh masyarakat secara tepat sasaran," ujar Nadirsyah.
Dirinya juga mengajak jamaah yang hadir untuk menjadikan Ramadhan sebagai sekolah spiritual. "Mari kita dengarkan tadzkirah dari para guru dan ulama kita. Semoga puasa kita tidak hanya menahan lapar, tetapi juga memperluas jiwa dan memperdalam wawasan ibadah agar kita senantiasa mendapatkan rahmat Allah SWT," tambahnya.
Selain pesan keagamaan, Wakil Bupati Nadirsyah memberikan penekanan khusus pada isu lingkungan. Ia mengajak masyarakat Tubaba untuk mulai peduli pada pengelolaan sampah, dimulai dari lingkungan masjid.
"Pemerintah terus berupaya membangun, namun partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga kebersihan. Saya titip pesan, setelah kegiatan di majelis ini selesai, mari kita kumpulkan sampah masing-masing dan bawa ke tempat yang semestinya. Kita harus mewariskan lingkungan yang bersih untuk generasi mendatang," tegasnya.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya: Dr. Drs. Sulpakar, M.M. (Asisten Administrasi Umum/Asisten III Pemprov Lampung), Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T. (Sekretaris Daerah Kabupaten Tubaba), Ny. Ana Nadirsyah (Ketua I TP PKK Tubaba), Ny. Desliana Iwan Mursalin (Ketua Dharma Wanita Persatuan Tubaba), serta seluruh Pejabat Tinggi Pimpinan Pratama dan Pejabat Administrator di Lingkup Pemkab Tubaba.
Kegiatan ditutup dengan pemberian santunan untuk anak yatim/piatu sebanyak 50 anak, bantuan hibah rumah ibadah dari provinsi untuk masjid Al - Amin 30 juta dan dari hibah rumah ibadah kabupaten 10 juta.
(Red)










