Senin, 04 Mei 2026
Kamis, 30 April 2026
Distribusi SPPT PBB 2026 Dimulai "Warga Lamtim Bayar Pajak Lebih Mudah"
Distribusi dilakukan secara simbolis di halaman Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dipimpin Sekretaris Daerah Rustam Effendi bersama jajaran pejabat daerah lainnya.
Namun yang paling penting bagi warga, SPPT ini bukan sekadar lembar tagihan. Di baliknya, ada peran besar masyarakat dalam menentukan arah pembangunan Lampung Timur.
“Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali lagi dalam bentuk pembangunan—jalan yang lebih baik, sekolah yang lebih layak, hingga layanan kesehatan yang semakin merata,” ujar Rustam.
Pemerintah daerah kini berupaya membuat proses pembayaran pajak jauh lebih mudah dan praktis. Warga tidak perlu lagi bingung atau harus antre lama, karena pembayaran PBB bisa dilakukan melalui berbagai cara:
1. Aplikasi digital Si Badak
2. Gerai ritel seperti Indomaret dan Alfamart
3. Petugas pemungut pajak di desa masing-masing
Kemudahan ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak tepat waktu.
Kepala Bapenda Kabupaten Lampung Timur, Agus Firmansyah Lukman, memastikan bahwa pemerintah terus memperbarui data objek pajak agar penetapan nilai pajak semakin akurat dan adil.
“Pemutakhiran data kami lakukan secara berkala supaya tidak ada kesalahan. Harapannya, masyarakat juga merasa lebih nyaman dan percaya terhadap sistem yang ada,” jelasnya.
Pemerintah menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Semakin tinggi tingkat kepatuhan membayar pajak, semakin besar pula kemampuan daerah untuk membangun.
Karena itu, seluruh perangkat daerah hingga tingkat desa diminta aktif memastikan SPPT sampai ke tangan wajib pajak.
Dengan dimulainya distribusi SPPT PBB 2026, masyarakat Lampung Timur diharapkan tidak hanya melihat pajak sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata untuk masa depan daerah.
Membayar pajak hari ini berarti ikut membangun Lampung Timur yang lebih baik esok hari. (ADV)
Selasa, 28 April 2026
Wabup Azwar Hadi Hadiri Peringatan Hari Kartini di Lamtim
Lampung Timur | Prokontra.news | -Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bersama OJK Provinsi Lampung menggelar kegiatan edukasi kepada komunitas perempuan dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026 di BPU Kecamatan Batanghari, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan literasi keuangan dan mendorong perempuan agar lebih mandiri, cerdas dalam mengelola keuangan, serta mampu mengembangkan usaha demi kesejahteraan keluarga.
Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi menyampaikan bahwa semangat perjuangan R.A. Kartini harus terus menjadi inspirasi bagi perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Melalui kegiatan ini diharapkan perempuan Lampung Timur semakin berdaya, memiliki pengetahuan keuangan yang baik, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah. (ADV)
Wabup Azwar Hadi : Semangat Kartini Inspirasi Perempuan "Maju dan Berdaya"
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan literasi keuangan dan mendorong perempuan agar lebih mandiri, cerdas dalam mengelola keuangan, serta mampu mengembangkan usaha demi kesejahteraan keluarga.
Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi menyampaikan bahwa semangat perjuangan R.A. Kartini harus terus menjadi inspirasi bagi perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Melalui kegiatan ini diharapkan perempuan Lampung Timur semakin berdaya, memiliki pengetahuan keuangan yang baik, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah. (ADV)
Senin, 27 April 2026
Wabup Azwar Hadi Pimpin Upacara Hari OTDA ke 30 Tahun 2026
Dalam kesempatan tersebut, Azwar Hadi membacakan sambutan Tito Karnavian yang menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Pemerintah daerah juga didorong untuk mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya meningkatkan sinkronisasi perencanaan dan penganggaran, melaksanakan reformasi birokrasi berbasis hasil dengan dukungan digitalisasi, memperkuat kemandirian fiskal daerah, serta memperluas kolaborasi antar daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan lintas wilayah.
Selain itu, pemerintah daerah diminta lebih fokus pada peningkatan layanan dasar masyarakat, seperti sektor pendidikan, kesehatan, akses air bersih, serta upaya pengentasan ketimpangan antar wilayah. Stabilitas dan ketahanan daerah juga menjadi perhatian penting di tengah berbagai tantangan global, mulai dari krisis ekonomi, perubahan iklim hingga ketahanan pangan.
Azwar Hadi juga menegaskan pentingnya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Hal tersebut antara lain melalui upaya mendorong swasembada pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan, penguatan sektor UMKM dan kewirausahaan, serta peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.
Di akhir sambutan, seluruh pemerintah daerah diingatkan untuk terus mengedepankan efisiensi anggaran dalam setiap kegiatan, sekaligus memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Selamat memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. Semoga semangat otonomi daerah terus menjadi pendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Azwar Hadi. masyarakat,” tutup Azwar Hadi. (ADV)
Sabtu, 25 April 2026
Antusias ! Ribuan Warga Padati Penutupan Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam di Lamtim
Sejak sore hari, ribuan warga dari berbagai kecamatan telah memadati lokasi acara untuk menikmati rangkaian penutupan festival sekaligus menyaksikan penampilan spesial dari penyanyi populer Denny Caknan. Suasana semakin meriah ketika sang penyanyi tampil di atas panggung, mengajak masyarakat bernyanyi bersama dalam konser yang penuh kehangatan.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, anggota DPR RI Chusnunia Chalim, Bupati Kabupaten Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Lampung Timur.
Dalam sambutannya, Bupati Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas suksesnya penyelenggaraan Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 Kabupaten Lampung Timur.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan, mulai dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga seluruh panitia yang terlibat.
“Terima kasih kepada TNI/Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan seluruh jajaran yang telah menjaga keamanan dan ketertiban selama festival HUT ke-27 Lampung Timur berlangsung,” ujarnya.
Menurut Bupati, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap pelaku UMKM. Melalui festival ini, para pelaku usaha kecil mendapat ruang untuk berkembang dan meningkatkan perekonomian.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama sepuluh hari pelaksanaan festival, perputaran ekonomi yang terjadi mencapai Rp 10 miliar 550 juta. Nilai tersebut berasal dari sekitar 1.500 pelaku UMKM yang turut berpartisipasi dalam Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam.
“Ini bukti bahwa Lampung Timur selalu berpihak kepada masyarakat dan pelaku UMKM. UMKM kita bela, UMKM kita beli, dan jalannya kita perbaiki,” ungkapnya.
Menjelang akhir acara, suasana Lapangan Merdeka semakin meriah ketika ribuan warga kompak bernyanyi bersama mengikuti lagu-lagu yang dibawakan Denny Caknan. Gelombang suara penonton yang memenuhi lapangan menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan penuh kegembiraan.
Penutupan festival ini menjadi puncak dari rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Lampung Timur, sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui UMKM. (ADV)
Jumat, 24 April 2026
Bupati Ela Siti Nuryamah Tutup Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam Lamtim
Sejak sore hari, ribuan warga dari berbagai kecamatan telah memadati lokasi acara untuk menikmati rangkaian penutupan festival sekaligus menyaksikan penampilan spesial dari penyanyi populer Denny Caknan. Suasana semakin meriah ketika sang penyanyi tampil di atas panggung, mengajak masyarakat bernyanyi bersama dalam konser yang penuh kehangatan.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, anggota DPR RI Chusnunia Chalim, Bupati Kabupaten Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Lampung Timur.
Dalam sambutannya, Bupati Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas suksesnya penyelenggaraan Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 Kabupaten Lampung Timur.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan, mulai dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga seluruh panitia yang terlibat.
“Terima kasih kepada TNI/Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan seluruh jajaran yang telah menjaga keamanan dan ketertiban selama festival HUT ke-27 Lampung Timur berlangsung,” ujarnya.
Menurut Bupati, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap pelaku UMKM. Melalui festival ini, para pelaku usaha kecil mendapat ruang untuk berkembang dan meningkatkan perekonomian.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama sepuluh hari pelaksanaan festival, perputaran ekonomi yang terjadi mencapai Rp10 miliar 550 juta. Nilai tersebut berasal dari sekitar 1.500 pelaku UMKM yang turut berpartisipasi dalam Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam.
“Ini bukti bahwa Lampung Timur selalu berpihak kepada masyarakat dan pelaku UMKM. UMKM kita bela, UMKM kita beli, dan jalannya kita perbaiki,” ungkapnya.
Menjelang akhir acara, suasana Lapangan Merdeka semakin meriah ketika ribuan warga kompak bernyanyi bersama mengikuti lagu-lagu yang dibawakan Denny Caknan. Gelombang suara penonton yang memenuhi lapangan menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan penuh kegembiraan.
Penutupan festival ini menjadi puncak dari rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Lampung Timur, sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui UMKM. (ADV)
Diduga ! SPBU BUMD Menggala Legalkan Praktik Pengeceron BBM Bersubsidi
Untuk diketahui, berdasarkan laporan dan pantauan di lokasi, muncul dugaan bahwa SPBU tersebut masih melayani dan melakukan aktivitas pengecoran / pelangsiran pengisian BBM bersubsidi dengan menggunakan kendaraan yang di duga tangki nya tersebut telah dimodifikasi secara bebas, seolah-olah dilegalkan, tentu hal ini memicu keluhan dari warga masyarakat pengguna kendaraan pribadi dan angkutan umum yang seringkali kesulitan untuk mendapatkan kuota BBM subsidi karena cepat habis.
Perlu diketahui, hal tersebut telah melanggar instruksi pusat dan daerah, sebab praktik-praktik ini dinilai kontradiktif dengan instruksi Menteri ESDM yang menekankan bahwa BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar harus tepat sasaran, sementara itu Kapolda Lampung sebelumnya telah menegaskan akan menindak tegas segala bentuk penyelewengan distribusi BBM di wilayah hukum Lampung, termasuk pihak pengelola SPBU yang nakal.
Seorang warga masyarakat setempat (namanya enggan namanya disebutkan) menyatakan kekecewaannya. "Kami sering antre panjang untuk mendapatkan BBM, namun kadang dibilang minyak telah habis, padahal kami melihat ada aktivitas pengisian BBM Subsidi di nosel berbeda dengan jumlah besar pada jam-jam tertentu, terangnya.
Selain itu, Warga juga mengatakan bahwa kami dilarang mengisi BBM Subsidi di luar dari Nosel yang telah ditentukan, imbuhnya.
"Anehnya kok ada nosel khusus untuk mobil-mobil yang mengantri mengambil gilirannya untuk melangsir/mengecor BBM Subsidi itu, bahkan ada mobil yang berulang-ulang kali kembali untuk mengisi lagi ", ucapnya dengan nada kesal.
Terkait hal tersebut, Direktur BUMD diharapkan segera melakukan evaluasi mendalam, jika dugaan ini terbukti benar, maka manajemen SPBU tidak hanya melanggar aturan administrasi niaga dari PT. Pertamina (Persero), tetapi juga berpotensi terjerat sanksi pidana sesuai dengan UU Migas.
Diharapkan dapat dilakukan pengawasan ketat, karna sangat diperlukan guna memastikan bahwa hak masyarakat kurang mampu atas subsidi energi tidak dirampas oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi dengan cara ilegal.
Dalam pesan singkat Kapolres Tulang Bawang AKBP Yuliansyah, S.I.K., M.H., mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti terkait kejadian tersebut
" Terimakasih, akan kami tinjut ", jelasnya.
Warga masyarakat dan sejumlah pengamat kebijakan publik mendesak perlu adanya pengawasan ketat oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) Lampung dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, agar dapat segera turun ke lapangan guna melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Hingga berita ini diterbitkan, telah dilakukan upaya konfirmasi untuk mendapatkan penjelasan mengenai prosedur pengawasan internal yang diterapkan, namun pihak pengelola SPBU Menggala milik BUMD, namun belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan praktik-praktik pengecoran dan pelangsiran yang terjadi difasilitasi mereka tersebut.(MR/Tim)
Rabu, 22 April 2026
Musrenbang Inklusif Disabilitas Lamtim "Ruang Aspirasi Warga"
Kegiatan ini digelar di Lapangan Merdeka, Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kabupaten Lampung Timur, pada Kamis (23/4/2026).
Sebanyak 120 penyandang disabilitas dari berbagai kecamatan hadir langsung dalam forum tersebut untuk menyampaikan gagasan, kebutuhan, serta harapan mereka terhadap pembangunan daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Rustam Effendi, mengatakan bahwa Musrenbang inklusif menjadi langkah penting agar pembangunan daerah benar-benar melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Musrenbang inklusif ini memiliki makna yang sangat penting karena merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan tanpa meninggalkan satu kelompok masyarakat, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ujar Rustam.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus memastikan adanya kesetaraan akses, kesempatan, dan partisipasi bagi semua warga.
“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang kesetaraan akses, kesempatan, dan partisipasi bagi semua,” tegasnya.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa Musrenbang Inklusif Disabilitas merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan suara masyarakat, termasuk kelompok rentan, menjadi bagian dari perencanaan pembangunan.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan pembangunan yang ramah disabilitas. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berdaya, dan terlibat dalam pembangunan daerah,” ujar Bupati Ela.
Ia juga menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar yang harus diberi ruang dan dukungan.
“Penyandang disabilitas bukanlah kelompok yang harus dipinggirkan. Mereka memiliki potensi, kreativitas, dan kemampuan yang luar biasa. Tugas pemerintah adalah memastikan mereka mendapatkan akses, kesempatan, dan dukungan yang setara,” tambahnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga digelar **Eco Fest Disabilitas**, yang menjadi ruang bagi para penyandang disabilitas untuk menampilkan kreativitas dan karya mereka.
Rustam Effendi mengatakan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk berkarya dan berkontribusi bagi daerah.
“Eco Fest Disabilitas yang kita selenggarakan hari ini menjadi ruang ekspresi kreativitas dan pemberdayaan. Ini adalah bukti bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk berkarya, berkontribusi, dan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun daerah yang inklusif.
“Saya mengajak seluruh perangkat daerah, para pemangku kepentingan, dan masyarakat luas untuk terus memperkuat sinergi dan berkolaborasi. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata dalam membangun Lampung Timur yang lebih ramah disabilitas, berdaya saing, dan sejahtera,” ujarnya.
Diakhir kegiatan, pemerintah daerah berharap forum Musrenbang inklusif ini dapat menghasilkan berbagai masukan konstruktif dari masyarakat yang nantinya menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi seluruh warga Lampung Timur. (ADV)




.jpg)




